Polisi Sebut Yodi Bunuh Diri Karena Depresi, Keluarga Tidak Percaya

Polisi Sebut Yodi Bunuh Diri Karena Depresi, Keluarga Tidak Percaya

Terbaiknews - Rilis kasus pembunuhan karyawan Metro TV di Polda Metro Jaya (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com – Ayah karyawan Metro TV Yodi Prabowo, Suwandi mengaku mengaku tidak percaya bahw sang anak ‎bunuh diri karena mengalami depresi. Menurut Suwandi, Yodi sama sekali tidak menunjukkan gejala-gejala demikian.

“Dia masih bekerja dan mau mengantar ibunya ke tempat urut. Karena anak saya yang kecil tidak bisa jalan,” ujar Suwandi di kediamannya Rempoa, Ciputat, Tangerang, Sabtu (25/7).

Suwandi melanjutkan, sang anak juga sedang berusaha mencari penghasilan tambahan karena ingin menikah dengan kekasihnya, Suci.

“Dia membeli laptop untuk apa? Untuk mencari uang tambahan. Karena dia berkeinginan untuk menikah,” katanya.

Sebelumnya, Direskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade‎ mengungkapkan Yodi Prabowo tewas karena tindakan bunuh diri. Motif bunuh diri itu disebut polisi karena korban tengah dilanda depresi.

Yodi diduga kuat depresi setelah polisi menemukan catatan perbankan milik korban. Polisi menemukan transaksi keuangan di RSCM Kencana. Di sana, Yodi membayar biaya tes dan konsultasi beberapa hari sebelum dia tewas.

“Tim menemukan adanya catatan transaksi keuangan di RSCM Kencana. Di sana yang bersangkutan melakukan tes dan konsul di RSCM,” ujar Tubagus.

Yodi menjalani tes dan konsul di Poli Penyakit Kulit dan Kelamin RSCM Kendana. Polisi menduga kuat adanya gangguan kesehatan yang membuat Yodi memeriksakan dirinya ke rumah sakit sebagai motif untuk bunuh diri.

Berdasarkan hasil otopsi, Yodi meninggal akibat luka senjata tajam. Yakni di bagian leher dua tusukan menembus tenggorokan dan empat tusukan di bagian dada menembuh ke paru-paru bagian bawah.