Polisi Sebut Laskar FPI Sempat Halangi Pencopotan Baliho Rizieq Shihab

Polisi Sebut Laskar FPI Sempat Halangi Pencopotan Baliho Rizieq Shihab

Terbaiknews - Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di kawasan PetamburanJakartaJumat (20/11/2020). Sebanyak 500 personel gabungan dari TNI dikerahkan untuk menertibkan spanduk ataupun baliho yang tidak memiliki izin di wilayah yang berada di bawah pengamanan Kodam Jaya/Jayakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

– Polres Metro Jakarta Barat mengerahkan 300 personel untuk membantu kerja Kodim 0503/Jakarta Barat menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Baliho dicopot karena tidak memiliki izin dan tidak membayar pajak.

“Jadi kami di sini mem-back-up kegiatan kelancaran penertiban spanduk atau baliho yang banyak terpasang dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi saat dikonfirmasi, Sabtu (21/11).

Arsya mengatakan, pencopotan baliho Rizieq tak berizin sempat mendapat penolakan dari massa Rizieq. Namun, baliho tetap dicopot karena tidak sesuai aturan.

“Dalam kegiatan penurunan tersebut juga anggota kami di lapangan sempat dihalang-halangi oleh Laskar FPI,” jelasnya.

Arsya menyampaikan, pencopotan spanduk ini dalam rangka penertiban. Sebab, berdasarkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) ditemukan banyak spanduk tidak berizin dan tidak membayar pajak.

“Ini dalam rangka bagaimana kita mewujudkan Jakarta yang bersih yang tertib teratur. Jadi mari kita jaga kota kita, agar bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.

Atas dasar itu, dia berharap masyarakat bisa taat terhadap aturan. Pemasangan baliho harus mengikuti aturan yang ada. Aparat sendiri akan rutin melakukan pembersihan spanduk-spanduk yang tidak berizin.

“Tentu kita pun melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait soal baliho ini. Kami koordinasi dengan Kesbangpol dan Satpol PP agar wilayah Jakarta Barat ini tidak lagi dihiasi baliho-baliho tidak berizin,” tandas Arsya.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Jayakarta, Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengaku memerintahkan langsung jajarannya untuk mencopot sejumlah baliho bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Perintah itu dibuat karena pemasangan baliho dianggap melanggar aturan.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya,” kata Dudung di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Dudung menjelaskan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beberapa kali sudah menurunkan baliho-baliho Rizieq yang tidak berizin dan tidak membayar pajak. Namun, tak lama dari itu, baliho kembali dipasang. Sehingga TNI diminta turun tangan untuk membereskan.