PKS Kritik Materi Ospek UI yang Dianggap Dukung Seks Bebas

PKS Kritik Materi Ospek UI yang Dianggap Dukung Seks Bebas

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Pimpinan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) MPR RI Al Muzammil Yusuf,...

Jakarta, IDN Times - Pimpinan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) MPR RI Al Muzammil Yusuf, mengkritik materi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia (UI) yang dianggap mendukung seks bebas.

Al Muzammil mengatakan kesadaran (consent) seks sebagai cara menekan kekerasan seksual di dunia kampus justru bertentangan dengan nilai agama dan budaya Indonesia.

“Seks dengan persetujuan, yang dianggap tanpa kekerasan, dengan kesadaran dianggap itu sehat dan sah. Dengan consent sex Barat, maka itu bukan kekerasan (seksual). Saya kira ini tidak patut diajarkan kepada mahasiswa di Indonesia,” kata Al Muzammil sebagaimana dikutip dari video yang diunggah melalui akun Instagramnya.

1. Materinya dianggap mendukung seks bebas

PKS Kritik Materi Ospek UI yang Dianggap Dukung Seks BebasIDN Times/Universitas Indonesia

Dalam pemaparannya, politikus kelahiran Tanjung Karang itu mengaku mendapat keluhan dari wali mahasiswa mengenai materi seks yang diajarkan dalam PKKMB.

Akibat pandemik COVID-19, UI harus menggelar PKKMB secara daring. Dalam caption-nya, Al Muzammil melampirkan tautan yang mengarah ke akun YouTube Direktorat Kemahasiswaan UI. Di akun itulah dia mendapati materi consent sex yang disampaikan kepada mahasiswa baru.

Salah satu tangkapan layar yang diarsipkan Al Muzammil yaitu memahami consent sex berdasarkan prinsip kesadaran, jelas, dan sukarela. Dengan kata lain, perilaku seksual tidak tergolong sebagai kekerasan seksual apabila dilakukan secara sadar dan sukarela oleh kedua pihak.

2. Dianggap bertentangan dengan fungsi pendidikan di Indonesia

PKS Kritik Materi Ospek UI yang Dianggap Dukung Seks BebasIDN Times/Universitas Indonesia

Al Muzammil menuturkan, materi yang diajarkan PKKMB tidak sesuai tujuan pendidikan yang termaktub dalam UUD 1945 dan regulasi mengenai pendidikan lainnya.

“Substansi pendidikan itu keimanan, ketakwaan, akhlak mulia. Dan itu ditegaskan kembali melalui Sisdiknas (UU Sistem Pendidikan Nasional), prinsip pendidikan diselenggarakan demokratis, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai keagamaan, kultural. Nilai keagamaan dan kultural jauh dari free sex di Barat. Rektorat UI harus memperjelas ini,” papar dia.

3. Segenap civitas akademika UI mendukung edukasi seksual tersebut

PKS Kritik Materi Ospek UI yang Dianggap Dukung Seks Bebas(Lambang makara Universitas Indonesia) IDN Times/Rohman Wibowo

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Fajar Adi Nugroho mengatakan, saat ini ada sekitar 449 keluarga besar UI, mulai dari dosen, alumni, hingga mahasiswa, yang memberikan dukungan kepada rektorat terkait edukasi seks.

Dalam lembar dukungan tersebut, tertulis bahwa unsur persetujuan bukan berarti sepakat dengan hubungan seksual yang tidak bertanggung jawab.

“Akan tetapi, penyampaian tentang kehadiran unsur pemaksaan itu dalam rangka mencegah mahasiswa dari tindak kekerasan seksual yang dapat berdampak serius pada kesehatan fisik, psikologis, dan kesejahteraan mereka,” demikian tertulis dalam lembaran yang diterima IDN Times, Rabu (16/9/2020).

Segenap civitas akademika juga mendukung rektorat UI yang secara konsisten mengadakan pendidikan anti-kekerasan seksual untuk melindungi generasi muda. Oleh sebab itu, ditegaskan bahwa materi yang diajarkan tidak mendukung seks bebas ala Barat.

“Menolak pemahaman sempit dari pihak-pihak yang menyatakan bahwa Universitas Indonesia mengajarkan perilaku seks bebas. Justru pendidikan anti kekerasan seksual mengajarkan generasi muda atas respek atau penghargaan terhadap dirinya dan orang lain,” demikian pernyataan bersama sivitas akademika UI itu.