Persebaran Covid-19 di Jatim Tinggi Lagi, Hanya Dua Daerah Yang Rendah

Persebaran Covid-19 di Jatim Tinggi Lagi, Hanya Dua Daerah Yang Rendah

Terbaiknews - Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)

− Situasi pandemi Covid-19 di Jatim masih menunjukkan tren mengkhawatirkan. Tidak hanya jumlah pasien baru yang terus bertambah, rate of transmission (Rt) atau tingkat persebaran virus juga kembali naik. Situsi itu diprediksi terjadi hingga sepekan ke depan.

Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, tercatat hanya dua daerah yang Rt virusnya di bawah angka 1 alias rendah. Sementara itu, mayoritas daerah berada di angka 1.

Bahkan, beberapa di antaranya sudah di atas angka 2 alias sangat rawan. Salah satunya Kota Batu. Daerah berikutnya yang juga tinggi adalah Kota Mojokerto. Rt virus hampir mendekati angka 2.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur dr Makhyan Jibril mengatakan, situasi Rt virus yang kembali tinggi patut diwaspadai. Sebab, tingginya tingkat transmisi tersebut menggambarkan kemampuan replikasi virus. Dengan begitu, pertambahan virus bisa meningkat. ”Potensi persebarannya pun sangat tinggi,’’ jelasnya.

Sejauh ini, pertambahan kasus positif di Jawa Timur masih di atas 700 kasus. Misalnya, kemarin tercatat ada pertambahan 792 pasien baru. Dengan demikian, total kumulatif kasus positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai 93.405 kasus. Dari jumlah itu, 6.801 kasus di antaranya berstatus aktif (pasien masih menjalani perawatan). Jumlah tersebut setara dengan 7,28 persen.

Karena itu, pemerintah pusat menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di 11 daerah di Jatim. Selain itu, operasi yustisi di semua daerah ditingkatkan. Sejak kemarin, PPKM mulai dilaksanakan. Satgas Covid-19 memantau perkembangan hasil yustisi selama berlangsungnya pembatasan tersebut.

Sejauh ini, kedisiplinan dan kepatuhan warga di wilayah Jatim pada protokol kesehatan memang masih jadi PR. Sebelum PPKM digelar, satgas Covid-19 dan seluruh instansi terkait di 38 kabupaten/kota menggelar operasi yustisi rutin sejak September tahun lalu. Program itu berlangsung di 8,4 juta titik. Hasilnya, lebih dari 14 juta teguran diberikan kepada para pelanggar.

Di Surabaya ada Rebutan Harta Warisan, Ahli Waris vs Penerima Wasiat

Ada juga warga yang dikenai sanksi. Mulai sanksi kerja sosial (yang mencapai 2,3 juta lebih pelanggar) hingga sanksi denda yang totalnya mencapai Rp 5,2 miliar sejak aturan diberlakukan pada September 2019.

Bisa jadi, PPKM akan menunjukkan data baru. Titik yustisi bertambah. Pelanggar juga sangat mungkin bertambah. Sebab, banyak warga yang disiplin protokolnya mulai pudar. ”Kami berharap kesadaran itu kembali muncul,’’ ujar dokter Jibril.

DAERAH DENGAN RT COVID-19 TINGGI DI JAWA TIMUR

Kota Batu, Kota Mojokerto, Mojokerto, Nganjuk, Trenggalek, Magetan, Bojonegoro, Sidoarjo, Blitar, Surabaya, Malang, Pasuruan, Ponorogo, Gresik, Kediri, Jombang, Madiun, Pacitan, Probolinggo, Banyuwangi, Sumenep, Kota Malang, Bangkalan, Kota Kediri, Bondowoso, Kota Pasuruan, Lamongan, Ngawi, Kota Madiun, Kota Blitar.

Saksikan video menarik berikut ini: