Perlu Tebang Pohon untuk Revitalisasi Monas, Sutiyoso Ceritakan Proses Pemindahan Pohon pada Eranya

Perlu Tebang Pohon untuk Revitalisasi Monas, Sutiyoso Ceritakan Proses Pemindahan Pohon pada Eranya

Terbaiknews - Proyek Revitalisasi Monas SelatanJakarta Pusat disetop 

- Proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas) masih menjadi perbincangan publik.

Kali ini, Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso buka suara.

Pria yang akrab disapa Bang Yos ini menuturkan, di era ia memipin Jakarta juga pernah memindahkan pohon.

Perlu diketahui sebelumnya, dalam pengerjaan proyek revitalisasi Monas itu, sejumlah 191 pohon ditebang.

Tindakan tersebut menuai berbagai polemik dari masyarakat luas.

Namun, beberapa hari yang lalu, setelah polemik penebangan pohon besar semakin diperbincangkan publik, pemerintah terkait menanam kembali sejumlah pohon di kawasan Monas.

Perlu Tebang Pohon untuk Revitalisasi Monas, Sutiyoso Ceritakan Proses Pemindahan Pohon pada Eranya
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso alias Bang Yos, mengaku sedih lihat kondisi Monas saat ini. Ia pun mengatakan tidak mau melihat Monas. (KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR)

Terkait polemik revitalisasi Monas ini, Sutiyoso lantas menceritakan cara ia memindahkan pohon di eranya.

"Pindah pohon secara teknologi bisa, tapi tidak mudah," tutur Sutiyoso yang dikutip dari Kompas.com.

"Kalau ditebang lalu dipindah ya tidak bisa. Contoh di Semanggi, zaman aku gubernur, aku borong orang di situ untuk pindahkan pohon," katanya.

Perlu Tebang Pohon untuk Revitalisasi Monas, Sutiyoso Ceritakan Proses Pemindahan Pohon pada Eranya
Suasana proyek Revitalisasi taman sisi selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyetop sementara proyek Revitalisasi Monas setelah ramai menjadi perbincangan publik. Pemberhentian dilakukan sampai ada tindak lanjut dari Sekretariat Negara karena izin revitalisasi tersebut belum diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Sutiyoso lantas menuturkan proses awal pemindahan pohon besar ke kawasan sekitar Semanggi kala ia memimpin Jakarta pada 1997-2007 silam.