Penyerang Polsek Ciracas Mayoritas Sopir Pejabat, 65 Oknum TNI dari Berbagai Matra Jadi Tersangka

Penyerang Polsek Ciracas Mayoritas Sopir Pejabat, 65 Oknum TNI dari Berbagai Matra Jadi Tersangka

Terbaiknews - Kondisi kendaraan yang menjadi Korban perusakan Polsek Ciracas terparkir di Koramil 05/Kramat JatiJakarta TimurSenin (31/8/2020). Para korban yang terdampak perusakan tersebut diketahui akan mendapatkan ganti rugi. (Tribunnews/Jeprima) 

, JAKARTA - Polisi Militer (Puspom) TNI terus melaporkan perkembangan penyelidikan kasus penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, yang dilakukan oleh sejumlah oknum anggota TNI beberapa waktu lalu.

Saat ini sebanyak 65 orang oknum anggota TNI sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai matra dan satuan. Namun, mayoritas merupakan oknum anggota TNI AD.

Dari TNI AD, jumlah saksi yang diperiksa sudah 90 orang yang berasal dari 38 satuan. 57 orang di antaranya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

"Yang sudah dinaikkan statusnya sebagai tersangka dan ditahan sebanyak 57 personel, terdiri dari 25 satuan," kata Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Letjen TNI Dodik Widjonarko saat konferensi pers di Mako Puspom TNI AD, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Pekan lalu, jumlah tersangka yang telah ditetapkan oleh Puspomad adalah sebanyak 50 orang. Artinya, dalam sepekan, Puspomad telah menetapkan tujuh orang oknum TNI AD jadi tersangka.

Selain dari TNI AD, Puspom TNI juga menetapkan tersangka dari oknum TNI AL dan TNI AU.

"Total semua seluruh oknum prajurit berjumlah 119 orang sudah diperiksa, dan tersangka 65 orang dengan rincian TNI AD sudah 90 orang diperiksa, tersangka 57 orang, TNI AL sudah 10 orang diperiksa, tersangka 7 orang, dan TNI AU sudah 19 orang diperiksa, tersangka 1 orang," kata Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Eddy Rute Muis.

Dari jumlah tersangka tersebut, penyidik belum menemukan kaitan atau keterlibatan para tersangka dengan kasus pembakaran Polsek Ciracas di tahun 2018 silam.

"Sampai saat ini hasil pemeriksaan yang kita lakukan, kita tidak temukan. Belum ditemukan ada prajurit yang melakukan kegiatan pada 2018," kata Eddy.

Hal ini diperkuat dengan keterangan dari Danpuspomad Letnan Jenderal Didik Wijonarko.