Pengawasan Neobank-Fintech Multiregulasi

Pengawasan Neobank-Fintech Multiregulasi

Terbaiknews - Ilustrasi Gedung kantor pusat Otoritas Keuangan (OJK) Jakarta. (dok. OJK)

– Industri perbankan nasional punya peluang besar untuk bertransformasi menjadi bank digital (neobank). Dengan jumlah populasi mencapai 270 juta jiwa, kepemilikan smartphone di tanah air mencapai 133 persen. Itu akan menjadi pasar potensial neobank.

Jika direrata, setiap penduduk Indonesia memiliki lebih dari satu smartphone. Pandemi Covid-19 juga mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih melek digital.

“Penggunaan internet yang besar dan penjualan mobile device yang tinggi di Indonesia juga menjadi potensi besar neobank,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute Agus Sugiarto dalam diskusi virtual Selasa (17/11).

Meski demikian, lanjut dia, diperlukan pengawasan multiregulasi untuk memantau praktik neobank. Tidak hanya melibatkan Bank Indonesia (BI) dan OJK, tapi juga Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Sebab, regulator yang memberi izin konten aplikasi diluncurkan merupakan kewenangan Kominfo,” papar Agus.

Pada kesempatan yang sama, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menyebutkan bahwa perusahaan teknologi finansial atau fintech akan sulit berkembang tanpa perbankan. Sebab, fintech belum memiliki ekosistem yang sama dengan perbankan.

“Kalau mereka (fintech) tidak punya ekosistem, tidak akan bisa menjadi besar atau mendapatkan fee base untuk menutup biaya operasional,” jelasnya.

Fintech berkembang pesat dalam 3–4 tahun terakhir di Indonesia. Meski begitu, Aviliani menegaskan bahwa fintech tidak akan bisa menggantikan peran perbankan. Sebab, fintech memiliki keterbatasan dalam melakukan transaksi. Sementara itu, perbankan memiliki batas maksimal.

Selain itu, fintech membutuhkan perbankan untuk mendapatkan sumber pendanaan. Sebab, fintech tidak bisa mengumpulkan dana dari masyarakat. Baik berupa tabungan, giro, maupun simpanan lainnya.

“Jadi, sebenarnya fungsi perbankan itu masih sangat signifikan dan terlihat banyak fintech yang berkolaborasi dengan bank,” terangnya.