Pemprov DKI Investigasi Indikasi Pelanggaran Tata Ruang di Ciganjur

Pemprov DKI Investigasi Indikasi Pelanggaran Tata Ruang di Ciganjur

Terbaiknews - Petugas bersama relawan membenahi rumah warga yang rusak akibat tanah longsor di kawasan CiganjurJakartaMinggu (11/10). (Reno Esnir/Antara)

–Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginvestigasikemungkinan ada indikasi pelanggaran tata ruang terkait longsor dan banjir yang menewaskan seorang warga serta merendam 300 rumah di Jalan Damai, Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan.

”Sekarang dalam proses investigaai, apakah ketentuan-ketentuan tata ruang dilanggar atau tidak,” kata Gubernur DKIJakarta Anies
Baswedan seperti dilansir dari Antara Minggu (11/10).

Anies menyebutkan, akanada tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran tata ruang di lokasi tersebut. ”Bila dilanggar, akan ada tindakan yang tegas tanpa kompromi,” ujar Anies.

Pemprov DKI bergerak cepat dalam penanganan bencana longsor dan banjir yang terjadi di tengah pandemi. Langkah awal yang dilakukan adalah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Selanjutnya, memastikan masyarakat terdampak terjaga kesehatannya, terjamin adanya tempat pengungsian yang sehat, serta suplai makanan cukup.

Langkah berikutnya, kataAnies, memastikan puing-puing tembok yang roboh segera dievakuasi dan memulihkan aliran Anak Kali Setu agar tidak lagi menggenangi permukiman warga.

”Akan dipasang pompamobileuntuk menarik air dari sisi selatan, melewati puing-puing ke sisi utara sehingga air tidak lagi tergenang mengalir ke perkampungan,” kata Anies.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang juga meninjau lokasi longsor dan banjir di Ciganjur mengharapkan perbaikan secepat mungkin dilakukan. Kondisi aliran Anak Kali Setu yang masih tertutup puing-puing tembok menyebabkan air kali masih mengalir ke pemukiman warga.
Dari 500 warga yang terdampak, sebanyak 271 orang masih mengungsi di tempat pengungsian yang disediakan pihak kelurahan dan kecamatan.

”Perbaikan ini kita harapkan bisa dilakukan secepat mungkin, memang di sini ada kendala, pemukiman cukup padat, pintu masuk cuma satu lewat sini,” kata Ahmad Riza Patria.

Saksikan video menarik berikut ini: