Pemkab Jembrana Tunda Jadwal Vaksinasi Covid-19

Pemkab Jembrana Tunda Jadwal Vaksinasi Covid-19

Terbaiknews - Ilustrasi rapid test masal. (Gembong Ismadi/Antara)

–Jadwal vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jembrana, Bali ditunda dari 14 Januari menjadi 2 Februari. Vaksinasi di Jembrana masuk tahap kedua, yaitu pada Februari.

”Kapan pun dilakukan vaksinasi, kami sudah siap,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jembrana yang juga Juru Bicara Satgas Covid-19 Jembrana I Gusti Putu Arisantha seperti dilansir dari Antara di Jembrana, Selasa (12/1).

Meski ditunda hingga Februari, kelompok yang mendapatkan vaksin pertama kali di Jembrana tidak berubah. Yakni tenaga medis, pimpinan daerah yang tergabung dalam Forkominda, dan tokoh agama. Kelompok yang pertama mendapatkan vaksin bisa menjadi contoh, kalau vaksin yang diberikan pemerintah aman untuk masyarakat.

”Segenap pimpinan daerah di Kabupaten Jembrana siap menerima vaksin pertama kali. Hal tersebut menjadi contoh dan bukti kalau vaksin Covid-19 aman,” ujar I Gusti Putu Arisantha.

Untuk lokasi vaksinasi, kata dia, sudah disiapkan 12 tempat, yaitu di RSU Negara, Puskesmas, dan klinik kesehatan Polres Jembrana. Sesuai petunjuk teknis kementerian kesehatan, vaksin akan diberikan kepada penduduk usia 18 sampai 59 tahun serta belum pernah terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepada masyarakat, dia mengimbau tidak khawatir dengan vaksin dari Sinovac tersebut. Sebab, sudah melewati uji klinis serta mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM. Meskipun vaksin sudah ada dan pemerintah pusat menargetkan Desember vaksinasi selesai, pihaknya tetap minta masyarakat menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Sementara itu, bagi para pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Jembrana dihukum membaca pernyataan jika mereka sudah melakukan pelanggaran dan lehernya dikalungi kertas berisi tulisan Saya Pelanggar Prokes Covid-19.

”Kami terus melakukan razia di jalan-jalan, baik di kota maupun desa terhadap masyarakat yang keluar tidak mengenakan masker. Razia ini semata-mata untuk menjaga masyarakat dari penularan Covid-19,” kata Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Jembrana I Nyoman Wiastana.

Satpol PP Jembrana pada Selasa (12/1), melakukan razia di dua wilayah, yaitu di jalan menuju Desa Pengambengan dan jalan Desa Banyubiru, yang setiap hari ramai dilalui masyarakat. Dalam operasi yang dilakukan bersama aparat TNI dan Polri tersebut, ditemukan 28 pelanggar dengan beberapa kesalahan.

”Ada yang mengenakan masker tapi tidak benar, ada yang membawa masker tapi tidak dikenakan, dan ada juga yang sama sekali tidak membawa masker,” kata I Nyoman Wiastana.

Pelanggar protokol kesehatan rata-rata mengaku lupa membawa masker dan rata-rata mereka ketakutan saat terjaring razia tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini: