Pemilihan Kepala Desa di Banda Aceh Bakal Terapkan E-Voting

Pemilihan Kepala Desa di Banda Aceh Bakal Terapkan E-Voting

Terbaiknews - Banda AcehIDN Times - Pemerintah Kota Banda Aceh mewacanakan akan menerapkan pemungutan suara...

Banda Aceh, IDN Times - Pemerintah Kota Banda Aceh mewacanakan akan menerapkan pemungutan suara elektronik atau elektronik voting (E-voting) dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Rencananya, program ini akan dilakukan dalam Pemilihan Keuchik atau Kepala Desa Langsung (Pilchiksung) di Kota Banda Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, langkah itu dilakukan karena mengingat Banda Aceh sebagai kota Smart City sehingga berupaya memanfaatkan kemajuan teknologi dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

"Menggelar pemilihan keuchik dengan sistem E-voting merupakan program dalam menunjang Banda Aceh Smart City," kata Aminullah, Rabu (22/1).

1. Akurasi hasil E-voting dirasakan lebih akurat

Pemilihan Kepala Desa di Banda Aceh Bakal Terapkan E-Votingpanrita.news

Pemungutan suara elektronik pada Pilchiksung mendatang memang masih sekedar wacana, namun Pemerintah Banda Aceh menilai program tersebut memiliki banyak kelebihan. Misalnya, dapat meminimalisir kesalahan dan akurasi hasil penghitungan suara lebih baik.

“Lewat sistem ini juga kita berharap dapat meminimalisir kesalahan dan mudah mendeteksi jika ditemukan rekayasa,” ujar Aminullah.

2. Akan menggandeng KIP kota dan perangkat lainnya

Pemilihan Kepala Desa di Banda Aceh Bakal Terapkan E-VotingIlustrasi (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Dalam realisasinya nanti, Pemerintah Kota Banda Aceh akan menggandeng Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh. Selain itu, untuk pelaksanaannya juga akan berkolaborasi dengan Panitia Pemilihan Keuchik (P2K).

Meskipun demikian, pemerintah setempat terlebih dahulu akan berupaya membuat payung hukum terkait pemilihan dengan menggunakan pemungutan suara elektronik.

“Nanti KIP Kota Banda Aceh akan bekerjasama dengan P2K. Namun perlu kita siapkan regulasinya lebih dulu,” jelas wali kota Banda Aceh itu.

3. Pemilihan dengan sistem E-voting lebih hemat

Pemilihan Kepala Desa di Banda Aceh Bakal Terapkan E-VotingTwitter

Sementara itu, Ketua KIP Kota Banda Aceh, Indra Miwaldy mengatakan, pemilihan dengan sistem E-voting tidak membutuhkan biaya yang besar. Sebab, dalam pelaksanaannya tidak begitu banyak membutuhkan perlengkapan dan Pilchiksung di Kota Banda Aceh waktunya juga tidak serentak.

“Dengan waktu pemilihan yang tidak serentak tidak perlu perangkat komputer yang lebih banyak. Hanya butuh dua perangkat komputer saja sudah bisa dilakukan E-Voting untuk Pilchiksung,” ungkapnya

4. Banda Aceh dianggap siap gelar pemilihan dengan system E-voting

Pemilihan Kepala Desa di Banda Aceh Bakal Terapkan E-Votingid.wikipedia.org

Indra menyampaikan, beberapa tahun lalu pemerintah pusat melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan assessment ke Kota Banda Aceh. Hasilnya, ibu kota dari provinsi paling barat Indonesia ini dinilai siap menggelar pesta demokrasi dengan sistem elektronik voting.

“Beberapa tahun yang lalu telah dilakukan assesment dan hasilnya Banda Aceh dinilai mampu melakukannnya, baik dari sisi penyelenggara maupun kesiapan masyarakatnya,” ujar ketua KIP Kota Banda Aceh itu.

Ia juga mengaku, pihaknya pernah melakukan diskusi kecil terkait dengan kemungkinan penerapan E-voting di Banda Aceh, namun dalam lingkup sekolah seperti pemilihan ketua Osis atau BEM di kampus-kampus.

“Saya pikir sangat mungkin juga kita lakukan untuk pemilihan keuchik. Kebetulan besok kami ada agenda pertemuan dengan DPRK, mungkin bisa juga kita diskusikan lagi dengan pihak legislatif,” imbuhnya.