Pegawai Garuda Sebut Pinangki Belikan Tiket Untuk Anita dan Andi

Pegawai Garuda Sebut Pinangki Belikan Tiket Untuk Anita dan Andi

Terbaiknews - Sejumlah saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan perkara pengurusan fatwa MA dengan terdakwa Andi Irfan Jaya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) JakartaRabu (18/11). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pegawai PT Garuda Indonesia Muhammad Oki Zuheimi menyatakan bahwa terdakwa Andi Irfan Jaya bersama dengan Pinangki Sirna Malasari dan Anita Kolopaking pergi ke Malaysia pada 25 November 2019. Menurut Oki, ketiganya pergi ke Malaysia secara bersamaan dalam satu pesawat.

Oki yang merupakan Manager Station Automation System PT Garuda Indonesia menyebut, ketiga orang yang terseret kasus pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) itu pergi ke Malaysia pada 25 November 2019 dan pulang ke Indonesia pada 26 November 2019. Mereka memakai pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 820 dan GA 821 saat pulang ke Tanah Air.

“Di sini kan tercatat Andi Irfan Jaya GA 820 flight date 25 November 2019, time flight 08.30 WIB, Pinangki Sirna Malasari sama, Anita Dewi Kolopaking juga sama. Itu dengan pesawat yang sama?” tanya Jaksa KMS Roni di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (18/11).

“Kalau nomor pesawat sama, berarti dengan pesawat yang sama,” jawab Oki.

Mendengar pernyataan Oki, lantas Jaksa Roni kembali menanyakan kepulangan ketiganya ke Indonesia pada 26 November 2019 juga menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

“Termasuk tanggal 26 November 2019 juga GA 821 terhadap 3 orang tersebut, pesawat yang sama ya?” tanya Jaksa Roni. Hal ini pun dibenarkan oleh Oki.

Selain itu, Manager Fraud Prevention PT Garuda Indonesia Herunata Joseph menyatakan kalau Pinangki yang membayar tiket pesawat Anita Kolopaking dan Andi Irfan Jaya pada 25 dan 26 November 2019. Berdasarkan keterangan Heru, Pinangki membayarkan tiket pesawat itu melalui kartu kredit.

“Dari list yang sudah diberikan, ditemukan salah satu reservasi di channel online mobile application yang saat ini Pak Jaksa tanya, keberangkatan GA 820, kembali ke Indonesia GA 821, pergi 25 kembali 26 November 2019, pembelian diilakukan melalui mobile application dan dibayar oleh credit card,” ucap Heru.

“Pembayaran tiket itu pakai credit card Pinangki?” tanya Jaksa Roni.

“Yang dimasukan oleh pembeli saat itu, iya (credit card tas nama Pinangki),” jawab Heru.

Heru lantas menjelaskan, Pinangki memesan tiket itu untuk keberangkatan ke Malaysia atas nama dirinya sendiri, Anita Kolopaking dan Andi Irfan Jaya. Tiket yang dipesan Pinangki adalah tiket bussiness class.

“Untuk penerbangan itu untuk di bussiness class, Yang Mulia,” pungkas Heru.

Dalam perkara ini, Andi Irfan Jaya didakwa menjadi perantara suap antara Djoko Tjandra kepada Pinangki. Andi Irfan Jaya menyerahkan uang senilai USD 500 ribu dari Djoko Tjandra ke Pinangki.

Selain itu, Jaksa juga mendakwa Andi Irfan melakukan pemufakatan jahat. Pemufakatan jahat itu dilakukan bersama Pinangki dan Djoko Tjandra.

Andi Irfan Jaya didakwa melanggar Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 56 ke-1 KUHP.

Terkait pemufakatan jahat, Andi Irfan didakwa melanggar Pasal 15 jo Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.