Pasca Demo Anarkis, IHSG Diprediksi Terkonsolidasi Sedikit Melemah

Pasca Demo Anarkis, IHSG Diprediksi Terkonsolidasi Sedikit Melemah

Terbaiknews - MEMBARA: Halte Transjakarta di Bundaran HI dibakar massa saat aksi menolak omnibus law di JakartaKamis (8/10). Vandalisme yang menyerai demonstrasi juga terjadi di berbagai kota di tanah air. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

– Pengesahan Rancangan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja menjadi UU menimbulkan banyak polemik di kalangan buruh atau pekerja. Muncullah aksi demonstrasi yang berujung anarkis.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebut, aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan Dewan Perawakilan Rakyat (DPR) dapat menyebabkan penyebaran Covid-19 kembali naik. “Di tengah pandemi Covid-19 aksi demo akan menyebabkan klaster baru penyebaran virus Covid-19,” ujarnya dalam pesan singkatnya, Minggu (11/10).

Hans Kwee memperkirakan, akan terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 sepekan setelah demo yang terjadi. Pemerintah perlu bertindak tegas dengan menindak segala bentuk demo anarkis dan melanggar protokol kesehatan untuk menekan peningkatan kasus Covid-19.

“Seluruh dunia termasuk Indonesia masih menghadapi peningkatan kasus Covid-19.Beberapa negara menghadapi ancaman gelombang kedua menjelang musim dingin,” ucapnya.

Selain itu, Hans Kwee juga mengungkapkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total di DKI Jakarta tidak terlalu efektif menekan angka kasus baru Covid-19 dan sebaiknya dihentikan.

Dia memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini bakal terkonsolidasi melemah dengan support di level 5.001 sampai 4.881 dan resistance di level 5.099 sampai 5.187.