Pandemi Covid-19 Sebabkan Stresor Psikososial di Lapisan Masyarakat

Pandemi Covid-19 Sebabkan Stresor Psikososial di Lapisan Masyarakat

Terbaiknews - ILUSTRASI. Keadaan tak menentu karena Covid-19 membuat warga dunia stres. (Personnel Today)

– Pandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama 10 bulan sejak pertama muncul di Wuhan, Tiongkok. Keadaan tak menentu karena Covid-19 membuat warga dunia stres. Tak hanya publik, tenaga medis adalah pihak yang paling mengalami kelelahan dalam melawan pandemi. Tak sedikit pula dari mereka yang gugur.

Dalam laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ketakutan, kekhawatiran, dan stres adalah respons normal terhadap ancaman yang dirasakan pada saat dihadapkan pada ketidakpastian atau yang tidak diketahui. Ditambah dengan ketakutan tertular virus Korona. Jadi wajar dan bisa dimaklumi bahwa masyarakat mengalami ketakutan dalam konteks pandemi Covid-19.

WHO juga sudah memberikan arahan dan nasehat selama pandemi Covid-19 bagi petugas kesehatan, pengelola fasilitas kesehatan, orang yang merawat anak, lansia, orang terasing dan anggota masyarakat secara lebih umum, untuk menjaga kesehatan mental mereka. Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan, dunia saat ini mengalami dampak dari krisis Pandemi Covid-19 baik kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa.

“Pandemi ini menjadi stresor psikososial bagi setiap lapisan masyarakat,” katanya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Dia menjelaskan beberapa pemicunya bisa terjadi karena beberapa faktor. Pertama, tenaga kesehatan harus beradaptasi ekstra keras dalam memberikan layanan yang paripurna dengan ancaman Covid-19 yang terus mengancam. Lalu karyawan dan pekerja dipenuhi kekhawatiran membawa virus ke rumah sepulang mereka kerja. Dan untuk pelajar dan mahasiswa dengan pembelajaran jarak jauh harus menyesuaikan diri saat harus berjarak dengan teman dan guru.

“Belum lagi pekerja yang harus mengalami penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan,” katanya.

Masyarakat juga masih dihantui oleh kekhawatiran tentang masa depan. Ditambah pengalaman terkena Covid-19, serta kehilangan orang yang dikasihi dan stigma yang didapatkan dari lingkungan. “Dan kondisi ini, bagi orang dengan gangguan jiwa, isolasi sosial memperberat kondisi mereka,” tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini: