Pahami Ayat Alquran Secara Dinamis, Wapres Tutup MTQ Nasional XXVIII

Pahami Ayat Alquran Secara Dinamis, Wapres Tutup MTQ Nasional XXVIII

Terbaiknews - ILUSTRASI: Wakil Presiden Ma'ruf Amin meladeni wartawan di Kantor Wakil Presiden Jalan Merdeka UtaraJakarta Pusat (17/12). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

– Wakil Presiden Ma’ruf Amin secara resmi menutup gelaran MTQ Nasional XXVIII yang digelar di Kota Padang tadi malam (20/11). Dalam kesempatan itu Ma’ruf berpesan supaya umat Islam untuk memahami ayat Alquran secara dinamis dan kontekstual.

Ma’ruf menuturkan MTQ merupakan salah satu momen dan forum bagi umat Islam untuk merefleksikan Alquran. Dia menjelaskan bacaan yang bagus, hafalan yang lancar, dan pemahaman yang benar, telah disajikan dalam gelaran MTQ merupakan salah satu cara umat Islam memedomai Alquran sebagai petunjuk bagi kaum bertakwa.

Selain itu Ma’ruf menyampaikan MTQ merupakan sarana mendorong generasi muda untuk meningkatkan kualitas bacaan, hafalan, dan pemahaman Alquran. Dia berharap melalui MTQ lahir generasi emas yang hatinya terikat dengan Alquran. ’’Serta memiliki semangat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta terus berinovasi untuk kemaslahatan umat dan bangsa,’’ katanya.

Dia menjelaskan untuk bisa memahami Alquran, umat Islam yang tidak bisa berbahasa Arab bisa memahami melalui terjemahannya. Tetapi dia mengingatkan bahwa terjemahan itu sifatnya hanya membantu. ’’Tidak bisa memberikan pemahaman seutuhnya. Terutama dalam hal ayat-ayat yang bisa menimbulkan berbagai penafsiran atau perbedaan pendapat,’’ katanya.

Untuk itu dalam memahami Alquran tidak cukup dengan memahami arti atau terjemahannya saja. Tetapi juga ada ilmu tafsir, ilmu asbabun nuzul, dan lainnya. Dengan ilmu atau metodologi tersebut, Ma’ruf mengatakan umat Islam bisa memahami ayat-ayat Alquran secara dinamis dan kontekstual.

Namun tetap dalam bingkai metodologi pemahaman nas yang benar. Bukan pemahaman yang statis. Apalagi pemahaman yang radikal atau ekstrem. Di mana pemahaman radikal dan ekstrem itu salah satu cirinya adalah menganggap pemahaman orang lain salah atau sesat.

Dalam MTQ Nasional kali ini Sumatera Barat ditetapkan sebagai juara umum. Disusul DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Saksikan video menarik berikut ini: