ODGJ Mencapai 2000, Dinsos Madiun Wacanakan Rumah Singgah

ODGJ Mencapai 2000, Dinsos Madiun Wacanakan Rumah Singgah

Terbaiknews - MadiunIDN Times – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mewacanakan pemugaran salah satu aset...

Madiun, IDN Times – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mewacanakan pemugaran salah satu aset daerah untuk dijadikan rumah singgah atau shelter bagi Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ). Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Nur Rosyid Anang Kusuma mengatakan usulan itu telah diajukan kepada Sekretariat Daerah pada awal tahun ini.

“Wacana kami, lokasinya di bekas kantor pembantu bupati yang ada di Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu,” kata Nur Rosyid, Kamis (28/1/2021).

1.ÂMemanfaatkan bangunan tak terpakai

ODGJ Mencapai 2000, Dinsos Madiun Wacanakan Rumah SinggahKondisi lahan yang bakal dijadikan shelter ODGJ. Istimewa
Bangunan bekas kantor pembantu bupati itu beralamat di Jalan Raya Dungus – Kare. Sebelumnya, aset berupa tanah dan bangunan itu pernah dijadikan sebagai kantor UPT Inseminasi Buatan, Dinas Peternakan dan Perikanan. Papan nama dari instansi itu masih terpasang hingga sekarang.
Adapun bangunannya sudah tidak terawat. Demikian halnya dengan halamannya. Rumput liar tumbuh rimbun. Meski demikian, pihak Dinsos menilai lokasi itu cukup representatif dijadikan shelter bagi ODGJ yang jumlahnya sekitar 2.000 warga.

2.ÂSebagian ODGJ dalam pasungan

ODGJ Mencapai 2000, Dinsos Madiun Wacanakan Rumah SinggahSalah satu ODGJ di Kabupaten Madiun yang dipasung. Istimewa

Ribuan orang itu tersebar di 15 kecamatan atau seluruh wilayah Kabupaten Madiun. Sebagian di antaranya lantaran dinilai membahayakan keluarga dan warga lain di sekitar ODGJ bersangkutan. Sebab, seringkali mengamuk dan melakukan kekerasan fisik.

Dengan jumlah dan kondisi di lapangan, Nur Rosyid mengungkapkan, petugas maupun relawan Dinsos kesulitan melakukan pembinaan.

3.ÂAlasan pemilihan lokasi shelter karena lahan dan bangunanya luas

ODGJ Mencapai 2000, Dinsos Madiun Wacanakan Rumah SinggahBangunan lama yang diwacanakan jadi shelter ODGJ. Istimewa

Maka, untuk memudahkan upaya pembinaan dan rehabilitasi diperlukan adanya shelter. Selain diperuntukkan bagi ODGJ, tempat itu juga dikonsep untuk menampung orang terlantar maupun gelandangan.

“Bekas kantor bupati tempatnya luas, menepi (dari perkotaan) dan kami kira sangat cocok dijadikan shelter bagi ODGJ. Bangunan yang ada bisa direnovasi dan tidak perlu membangun,” ujar Nur Rosyid kepada wartawan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.