Naik Lagi, Orang Berstatus Suspek Corona di Indonesia Total 54.752 

Naik Lagi, Orang Berstatus Suspek Corona di Indonesia Total 54.752 

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 melaporkanjumlah orang dengan status suspek...

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan, jumlah orang dengan status suspek COVID-19 di Indonesia naik menjadi 54.752 pada Sabtu (25/7/2020) ini. Sehari sebelumnya kasus suspek COVID-19 berjumlah 53.702 orang.

Untuk pemeriksaan virus corona, secara kesuluruhan Indonesia memiliki 320 laboratorium yang terdiri dari 158 RT PCR, 138 TCM, serta 24 laboratorium RT PCR dan TCM.

1. Tercatat 25.318 spesimen dites COVID-19 hari ini

Naik Lagi, Orang Berstatus Suspek Corona di Indonesia Total 54.752 Ilustrasi. IDN Times/Candra Irawan

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, dari 24 Juli 2020 pukul 12.00 WIB hingga 25 Juli 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang sudah dites COVID-19 berjumlah 25.318.

Sebanyak 24.318 spesimen diperiksa melalui tes PCR dan 337 melalui TCM.

2. Kasus positif COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 97.286

Naik Lagi, Orang Berstatus Suspek Corona di Indonesia Total 54.752 IDN Times/Candra Irawan

Dari jumlah pemeriksaan spesimen tersebut, kasus positif COVID-19 naik 1.868 hari ini. Dengan demikian, kasus COVID-19 di Indonesia telah mencapai 97.286.

Angka kematian akibat COVID-19 juga meningkat di Indonesia menjadi 4.714 kasus. Walaupun demikian, kasus sembuh juga terus naik dan sekarang berada di angka 55.354 orang.

3. Sebaran kasus COVID-19 di 34 provinsi Indonesia

Naik Lagi, Orang Berstatus Suspek Corona di Indonesia Total 54.752 Ilustrasi Ruang Isolasi Mandiri COVID-19 di Gresik, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

1. Aceh 168 kasus
2. Bali 3.114 kasus
3. Banten 1.724 kasus
4. Bangka Belitung 186 kasus
5. Bengkulu 200 kasus
6. Yogyakarta 536 kasus
7. DKI Jakarta 18.741 kasus
8. Jambi 139 kasus
9. Jawa Barat 5.988 kasus
10. Jawa Tengah 8.336 kasus
11. Jawa Timur 20.256 kasus
12. Kalimantan Barat 365 kasus
13. Kalimantan Timur 1.134 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.587 kasus
15. Kalimantan Selatan 5.540 kasus
16. Kalimantan Utara 266 kasus
17. Kepulauan Riau 354 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 1.883 kasus
19. Sumatera Selatan 3.228 kasus
20. Sumatera Barat 864 kasus
21. Sulawesi Utara 2.216 kasus
22. Sumatera Utara 3.371 kasus
23. Sulawesi Tenggara 752 kasus
24. Sulawesi Selatan 8.748 kasus
25. Sulawesi Tengah 201 kasus
26. Lampung 247 kasus
27. Riau 367 kasus
28. Maluku Utara 1.409 kasus
29. Maluku 1.016 kasus
30. Papua Barat 388 kasus
31. Papua 2.832 kasus
32. Sulawesi Barat 187 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 137 kasus
34. Gorontalo 796 kasus

Dalam proses verifikasi lapangan 10 kasus.