Musim Banjir, Waspada Wabah Covid-19 di Klaster Pengungsian

Musim Banjir, Waspada Wabah Covid-19 di Klaster Pengungsian

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Sejumlah daerah di nusantara mulai mengalami bencana banjir seiring dengan...

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah daerah di nusantara mulai mengalami bencana banjir seiring dengan musim La Nina yang membuat curah hujan lebih tinggi dari sebelumnya. Wilayah-wilayah tersebut antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, Sulawesi Barat, dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Hal tersebut telah diprediksi oleh Satgas PenangananÂCovid-19 karena peringatan musim La Nina telah dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sebelumnya.

Untuk itu, Satgas Covid-19 mengingatkan bahwa perubahan cuaca yang mengakibatkan banjir bukan hanya berdampak pada penyakit menular semata, namun adanya tempat pengungsian ini yang berpotensi memunculkan klaster baru.


"Bukan hanya risiko banjir akan menimbulkan potensi penyakit menular. Tapi orang berkumpul dan mengungsi ini akan jadi klaster baru pengungsian," ujar Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah belum lama ini.

Dr. Dewi meminta pemerintah daerah bisa melakukan inovasi dan memastikan sanitasi di tempat pengungsian itu tersedia dengan baik. Begitu juga dengan dapur umum, tempat makan, dan kamar mandi. Selain itu pastikan agar tidak berkerumun. Pemerintah daerah setempat perlu melakukan pegangan ini menyesuaikan dengan pandemi.

"Biasanya anak-anak di tempat pengungsian itu berkumpul dan tidak ada sekat. Masalah ini yang harus dipastikan agar bisa memutus rantai penularan Covid-19," jelas Dr. Dewi.

Sebelumnya, Juru Bicara sekaligus Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan para pengungsi yang terdampak bencana di berbagai daerah agar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Pemerintah daerah perlu mengantisipasi dampak banjir kepada warganya yang berada di lokasi pengungsian khususnya terkait sulitnya menjalankan protokol kesehatan," jelasnya saat memberi keterangan pers di Istana Kepresidenan, Selasa (6/10/2020) sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam lokasi pengungsian bakal ada banyak warga yang menghuninya. Terdapat potensi besar lokasi pengungsian menjadi klaster baru apabila tidak diantisipasi sejak sekarang. Langkah yang paling tepat mencegahnya kata Wiku dengan kedisiplinan para pengungsi mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

Terapkan protokol kesehatan , dan . Selain itu kebersihan lokasi pengungsian dapat dijaga agar dapat melindungi para pengungsi dari penyakit-penyakit lainnya. Pemda dalam hal ini juga diminta memetakan dan merencanakan dengan baik terkait penyediaan dan kelayakan fasilitas pengungsian sebagai langkah antisipatif.

"Langkah promotif dan preventif dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang diwujudkan dengan protokol kesehatan merupakan hal yang utama dan harus dilakukan setiap individu (pengungsi)," imbau Wiku.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)