Moeldoko Sebut Luhut Pernah Juga Didatangi Kader Demokrat 

Moeldoko Sebut Luhut Pernah Juga Didatangi Kader Demokrat 

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut bukan hanya dia yang pernah ditemui...

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut bukan hanya dia yang pernah ditemui oleh kader Partai Demokrat. Dia menyebut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah didatangi oleh kader partai berlambang mercy tersebut.

"Pak LBP juga pernah cerita sama saya 'oh saya juga didatangi oleh mereka-mereka'," kata Moeldoko dalam keterangan persnya di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2021).

1. Moeldoko heran kenapa pertemuan Luhut dengan kader Partai Demokrat tidak seramai dirinya

Moeldoko Sebut Luhut Pernah Juga Didatangi Kader Demokrat Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (ANTARA/HO-Kemenko Kemaritiman dan Investasi)

Moeldoko menjelaskan, permasalahan yang dilontarkan para kader Partai Demokrat kepada Luhut sama seperti yang diceritakan kepadanya. Namun, Moeldoko heran kenapa dia justru dituding mengambil alih Partai Demokrat.

"Case-nya juga sama. Tapi gak ribut begini," ujar Moeldoko.

2. Moeldoko singgung tudingan AHY seperti dagelan

Moeldoko Sebut Luhut Pernah Juga Didatangi Kader Demokrat Instagram @agusyudhono

Moeldoko kemudian membantah terkait tudingan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut dirinya akan mengambil alih Partai Demokrat. Menurut Moeldoko, tudingan tersebut seperti 'dagelan' atau lucu-lucuan saja.

"Janganlah apa itu membuat itu sesuatu itu ini kayak dagelan aja gitu, lucu-lucuan aja gitu. Moeldoko mau kudetalah, kudeta apaan kudeta," kata Moeldoko.

3. Moeldoko sampaikan AHY dan Demokrat tak perlu takut

Moeldoko Sebut Luhut Pernah Juga Didatangi Kader Demokrat Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Dok. KSP)

Moeldoko menyampaikan, dia bukanlah siapa-siapa yang bisa mengambil alih Partai Demokrat. Sebab, Partai Demokrat sudah memiliki sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan AHY.

"Saya ini siapa sih, saya ini apa? Biasa-biasa aja. Di Demokrat ada Pak SBY, ada putranya Mas AHY, apalagi dipilih secara aklamasi, kenapa mesti takut dia. Kenapa menanggapi seperti itu, orang saya biasa-biasa aja," ujar Moeldoko.

4. Moeldoko dituding akan mengambil alih Partai Demokrat dari kepemimpinan AHY

Moeldoko Sebut Luhut Pernah Juga Didatangi Kader Demokrat Pernyataan Pers Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono soal upaya merebut paksa Partai Demokrat (Youtube.com/Agus Yudhoyono)

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin rapat khusus bersama pimpinan DPD dan DPC partai secara daring. AHY menyebut ada gerakan politik yang ingin mengambil alih kekuasaan di partainya.

“Kami memandang perlu untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya, yaitu tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat,” kata AHY dikutip dari channel YouTube Agus Yudhoyono, Senin (1/2/2021).

AHY menjelaskan, informasi itu dia dapatkan melalui kesaksian dan penjelasan dari sejumlah pihak yang bisa dipercaya. Bahkan, kata AHY, pihak yang ingin melakukan kudeta terhadap dirinya datang dari lingkaran istana atau pemerintahan.

“Gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo,” ujar putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

“Gerakan ini juga dikatakan sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief terang-terangan langsung menyebut nama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko sebagai pihak yang ingin mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari posisi ketua umum Partai Demokrat.

"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko. Kenapa AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi,” demikian cuit Andi Arief di akun Twitternya @Andiarief_, Senin (1/1/2021).