Menkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Dilakukan dengan Dua Skema

Menkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Dilakukan dengan Dua Skema

Terbaiknews - - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakanproses vaksinasi Covid-19 akan...

, - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, proses vaksinasi Covid-19 akan dilakukan dengan dua skema.

Pertama, melalui vaksin program dengan sasaran 32 juta lebih orang yang membutuhkan 73,96 juta dosis vaksin.

" Vaksin program kepada 32 juta lebih orang dengan 73,96 dosis vaksin. Sesuai petunjuk WHO Indicate Rate Global untuk vaksin maka wastage rate-nya sebesar 15 persen," ujar Terawan dikutip dari siaran pers di laman resmi Kemenkes, Rabu (18/11/2020).

Yang termasuk wastage rate antara lain vaksin sisa, tidak terpakai, rusak, hilang dan bisa dimanfaatkan sebagai buffer stock untuk kemungkinan kurang, kebutuhan emergency dan relokasi antar daerah.

Skema kedua, lanjut Terawan, melalui vaksin mandiri dengan sasaran sekitar 75 juta orang yang membutuhkan 172,6 juta dosis atau dua dosis per orang dengan menambahkan wastage rate 15 persen.

Jokowi: Distribusi Vaksin Tidak Mudah, Tak Seperti Barang Lain

Terawan pun mengungkapkan, pihaknya menargetkan 67 persen dari 160 juta penduduk Indonesia berusia 18-59 tahun bisa divaksin Covid-19. Jumlah itu setara dengan lebih dari 107 juta orang.

“Vaksin COVID-19 sampai saat ini diperuntukkan kepada sasaran umur 18-59 tahun dan sehat, antara lain tanpa komorbid, ibu hamil, dan yang sudah terkena infeksi SARS-CoV-2 sesuai rekomemdasi ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization),” tambah Terawan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan vaksin Covid-19 akan tiba di Indonesia pada akhir November 2020.

Meski demikian, Jokowi memastikan bahwa setelah datang, vaksin tidak bisa langsung disuntikkan ke masyarakat.

"Vaksin datang itu kurang lebih nanti di akhir November. Tetap kita hati-hati, tetap harus melewati tahapan-tahapan di BPOM," ujar Jokowi menjawab pertanyaan Rosiana Silalahi dalam tayangan wawancara khusus dengan Presiden RI bertajuk "Jokowi Dikepung Kritik" di Kompas TV, Senin (16/11/2020) malam.