Menkes: 23 Ribu Tenaga Kesehatan Dilatih untuk Suntikkan Vaksin COVID

Menkes: 23 Ribu Tenaga Kesehatan Dilatih untuk Suntikkan Vaksin COVID

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan23 ribu tenaga...

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, 23 ribu tenaga kesehatan telah dilatih untuk menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada rakyat Indonesia. Pelatihan itu dilakukan terus-menerus oleh Kementerian Kesehatan.

"Vaksinator yang saat ini terlatih melalui program ToT (Trainee of Trainer) berjumlah 23.145 tenaga kesehatan dari puskesmas dengan rasio 1:20, dan dilakukan perluasan jaringan dengan menambah sesi pelayanan dapat meningkatkan rasio menjadi 1:40," kata Terawan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di gedung parlemen, Selasa (17/11/2020).

1. Pemerintah targetkan penerima vaksin 67 persen dari 160 juta penduduk

Menkes: 23 Ribu Tenaga Kesehatan Dilatih untuk Suntikkan Vaksin COVIDPetugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020) (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Terawan menjelaskan, jumlah masyarakat yang ditargetkan untuk menerima vaksin COVID-19 mencapai 67 persen dari 160 juta penduduk di Indonesia. Adapun kriteria penerima vaksin adalah penduduk berusia 18 hingga 59 tahun, sehat tanpa penyakit komorbid.

"Ditargetkan 67 persen dari 160 juta penduduk berusia 18-59 tahun setelah mempertimbangkan ketersediaan vaksin dan peruntukannya sampai saat ini," jelasTerawan.

2. Penyuntikkan vaksin dengan dua skema yaitu skema program pemerintah dan skema mandiri

Menkes: 23 Ribu Tenaga Kesehatan Dilatih untuk Suntikkan Vaksin COVIDpengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Terawan mengatakan, sasaran vaksinasi tersebut sudah mengakomodasi rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pelaksanaan vaksin juga akan dilakukan dengan dua skema, yaitu skema program pemerintah dan skema mandiri.

Ia memaparkan bahwa skema vaksin program diberikan kepada tenaga kesehatan, pelayan publik, TNI/Polri dan aparat hukum, serta peserta BPJS penerima bantuan iuran (PBI). Sasarannya sebanyak 32.158.276 orang dengan dosis vaksin dibutuhkan sebesar 73.664.035 dosis.

"Sesuai petunjuk WHO, indikatif rate global untuk vaksin maka wastage rate-nya sekitar 15 persen," jelas Terawan.

Sementara, skema kedua adalah vaksin mandiri yang akan diberikan kepada masyarakat dan pelaku ekonomi. Sasarannya sebesar 75 juta orang dengan dosis vaksin sebesar 172 juta dosis.

3. Distribusi vaksin sama seperti pelayanan imunisasi rutin

Menkes: 23 Ribu Tenaga Kesehatan Dilatih untuk Suntikkan Vaksin COVIDMenteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto itu mengatakan, distribusi vaksin COVID-19 memiliki sistem sarana distribusi yang sama dengan pelayanan imunisasi rutin. Vaksin akan diedarkan ke gudang vaksin dinkes provinsi, kemudian ke kabupaten/kota hingga ke puskesmas.

Untuk pelaksanaan vaksin mandiri, pemerintah menerapkan jumlah sasaran dan kuota dari kebutuhan 70 persen sasaran. Kuota memperkirakan hasil survei kemampuan berbayar dan riset data komorbid. Kemenkes sendiri telah memberikan tugaskepada BUMN terkait penyediaan vaksin skema mandiri ini.

"Pemerintah melakukan mobilisasi sasaran melalui sosialisasi dan surat kepada perusahaan dan individu. Peserta mandiri lewat perusahaan atau individu dapat memberikan informasi jumlah peserta, dan informasi ini penting untuk memperkirakan jumlah dan mobilisasi," jelas Terawan.