Menhub Klaim Keselamatan Penerbangan RI di Atas Rata-Rata

Menhub Klaim Keselamatan Penerbangan RI di Atas Rata-Rata

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Indeks keselamatan penerbangan Indonesia berada di atas rata-rata negara...

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks keselamatan penerbangan Indonesia berada di atas rata-rata negara di Asia. Indeks kecelakaan pesawat Indonesia juga menunjukkan perbaikan sejak 2016 lalu.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan dari Indeks Keselamatan Penerbangan, merujuk hasil laporan ICAO Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) atau audit pengawasan keselamatan penerbangan untuk identifikasi masalah, Indonesia menempati posisi yang bagus.

"Dari hasil itu menyampaikan indeks keselamatan penerbangan Indonesia berada di atas rata - rata negara Asia, dari Skor EI (effective implementation) berada pada level 80,84% di atas rata -rata Asia 75,3%," dalam paparanya di Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (3/2/2021).


Selain itu Indonesia juga sudah mendapatkan pengakuan dari Federal Aviation Administration (FAA) di 2016, ICAO Coordinated Validation Mission di 2017, dan 2018 Eropa melepas larangan penerbangan dari maskapai Indonesia.

NamunÂdari kecelakaan terakhir Sriwijaya SJ-182 kembali menjadi pengingat perlunya upaya mempertegas pada keselamatan penerbangan Indonesia. Makanya Kementerian Perhubungan juga akan terus melakukan pemeriksaan khusus terhadap pengoperasian pesawat oleh maskapai.

"Khususnya melakukan pemeriksaan terhadap pengoperasian seluruh pesawat Boeing 737 - 300/400/500 di Indonesia. Selain itu melakukan bimbingan teknis tentang penanganan gangguan teknis yang berulang pada pesawat udara," katanya.

Selain itu juga melakukan langkah percepatan. Seperti pembenahan struktur organisasi regulator. Penguatan kapasitas organisasi kantor, penguatan implementasi ICAO Annex 19 tentang safety management dan membentuk forum komunikasi nasional keselamatan penerbangan yang bersinergi.

Pencarian memori cockpit voice recorder juga masih dilakukan bersama Komite Nasional Keselamatan Nasional Transportasi Republik Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)