Marwan Sarankan BUMN Pangan Harus Terintegrasi dengan Baik

Marwan Sarankan BUMN Pangan Harus Terintegrasi dengan Baik

Terbaiknews - Anggota Komisi VI DPRMarwan Jafar mengatakansejumlah BUMN yang menangani pangan harus segera melakukan integrasi dengan baik.mengatakansejumlah BUMN yang menangani pangan harus segera melakukan integrasi dengan baik. (istimewa)

– Anggota Komisi VI DPR, Marwan Jafar mengatakan, sejumlah BUMN yang menangani pangan harus segera melakukan integrasi dengan baik. Tujuannya, untuk menekan impor dan produk dalam negeri bisa dimaksimalkan.

“Sebab, pemerintah melalui kementerian BUMN butuh penanganan pangan secara terintegrasi di semua BUMN agar bisa terkontrol dengan baik. Karena kita tahu, PT RNI akan menjadi holding pangan,” ujar Marwan saat menggelar Kunker spesifik bersama Kementerian BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan Bulog, di Karawang, Kamis (28/1).

Menurut Marwan, jika perusahaan BUMN di sektor pangan dapat terintegrasi dengan baik, maka secara otomatis akan mengurangi impor. Karena kebijakan impor harus menjadi pilihan terakhir ketika produk dalam negeri benar-benar tidak ada.

“Sekali lagi, kita ini tidak anti impor, sepanjang produk dalam negeri masih ada maka impor harus ditekan. Sebab lebih baik kita menggunakan produk dan komoditi dalam negeri,” terang politikus PKB itu sebagaimana dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Lantas, mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu mencontohkan impor gula. Karena, jika BUMN dapat memfasilitasi pabrik gula, maka dapat menekan impor gula.

“Petani kita juga bisa survive. Salah satu solusinya adalah misalnya perhutani masih banyak lahan, ya kerjasama dengan perhutani. Sehingga lahan atau tanah untuk tebu itu tidak berkurang, ini kan harus regulasi yang dibatasi,” jelasnya.

Misalnya, lanjut Marwan, pembuatan program food estate di Kalimantan dapat dimanfaatkan dengan menanam sebagian tebu demi memenuhi kebutuhan gula di dalam negeri.

“Tanpa mengurangi volume penanaman singkong di Kalimantan itu, bisa tidak di sana itu dibuat tanam tebu. Saya kira itu bisa menjadi solusi,” tuturnya.

Untuk itu, Marwan menyarankan, agar pemerintah memiliki roadmap lintas BUMN bidang pangan yang serius. Mengingat, Presiden Jokowi sendiri telah mengingatkan untuk mengantisipasi soal krisis pangan.

“Food and Agriculture Organization (FAO) juga sudah mengingatkan soal krisis pangan. Indonesia punya keberpihakan pada komitmen yang kuat pada kemandirian pangan. Termasuk juga untuk memperkuat disektor UMKM di bidang pangan harus difasilitasi oleh BUMN,” tandasnya.