Mahfud MD: Pulau Khusus Observasi untuk Penyakit Menular Belum Final

Mahfud MD: Pulau Khusus Observasi untuk Penyakit Menular Belum Final

Terbaiknews - Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD saat diwawancarai wartawan di Kemenko PolhukamJakarta Pusat. Selasa (28/1/2020). (TRIBUNNEWS/Gita Irawan) *** Local Caption *** Mahfud MD di Kemenko Polhukam 

, JAKARTA - Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan diskusinya dalam rapat bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan sejumlah pejabat lainnya terkait dengan pulau khusus observasi penyakit menular belum final.

Mahfud mengatakan ada yang berpendapat bahwa lokasi dan rumah sakit khusus penyakit menular diperlukan sebagai antisipasi jika ada peristiwa semacam wabah Corona.

Namun pendapat tersebut mengatakan agar lokasi tersebut tidak perlu ditempatkan di satu pulau khusus yang tidak berpenghuni.

Hal itu karena menurutnya, sudah ada Rumah Sakit yang sudah memiliki fasilitas tuntuk mengobservasi penderita penyakit menular misalnya di RSPAD Gatot Subroto, dan satu rumah sakit lainnya di Jakarta dan satu lainnya di Semarang.

"Belum ada kesimpulan apa-apa tadi baru tukar pikiran. Tapi Intinya kita sebenarnya sudah punya rumah sakit isolasi seperti itu di Jakarta ada di RSPAD ada di belakang. Rumah sakit ada tiga kok, di Semarang satu, di Jakarta ada dua. Itu sudah ada dan itu tidak masalah. Cuma itu tidak menjadi rumah sakit khusus," kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Jumat (7/2/2020).

Ia pun menjelaskan, muncul sejumlah kriteria terkait pulau khusus sebagai tempat untuk rumah sakit khusus observasi penyakita menular.

Kriteria yang muncul dalam diskusi tersebut antara lain harus dekat pangkalan militer dan dekat bandara.

"Ya tadi ada kriteria harus dekat pangkalan militer agar mudah evakuasi, dekat bandara udara. Itu aja tadi kriterianya," kata Mahfud.

Selain itu, ia memastikan bahwa sampai saat ini Indonesia adalah satu-satunya negara besar di Asia Tenggara yang tidak memiliki kasus Corona.

Ia pun kembali menjelaskan bahwa Indonesia mengevakuasi 237 WNI dan 1 WNA yang sekarang tengah diobservasi di hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna Kepulauan Riau untuk memenuhi standard internasional.

"Tapi di sini belum ada satupun kasus orang terinfeksi apalagi sampai korban. Terinfeksi aja disini tak ada. Yang di Natuna itu adalah orang sehat semua. Jadi tadi keputusannya memfollow up presiden," kata Mahfud.

Sebelumnya, Mahfud memimpin rapat kordinasi terbatas (rakortas) untuk menentukan pulau khusus observasi penyakit menular di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Jumat (7/2/2020).

Dalam rapat tersebut tampak Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala BNPB Doni Monardo, Kakor Polairud Irjen Pol Latif, Kapuskes TNI Mayjen Bambang, Sesmenko Polhukam Mayjen TNI Tri Soewandono, dan Tenaga Ahli KSP Sigit pamungkas.

"Ini merupakan rapat pendahuluan, terkait apa yang diarahkan oleh presiden pada 4 Februari lalu, dalam rapat kabinet, Presiden memberi arahan untuk dipikirkan kemungkinan membuat satu tempat tertentu yg sifatnya eksklusif, yang dijadikan untuk rumah sakit menanggulangi kalau ada penyakit menular seperti virus corona, SARS, sebagai tempat isolasi tertentu, agar memenuhi standard internasional yang aman dan nyaman," kata Mahfud.