Luhut: Tiap Tahun Indonesia Tambah 6 Juta UMKM

Luhut: Tiap Tahun Indonesia Tambah 6 Juta UMKM

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI,...

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, LuhutÂBinsar Panjaitan mengatakan pemerintah menargetkan pada 2023 ada tambahan 30 juta UMKM di Indonesia, atau bertambah 6 juta UMKM setiap tahunnya.

"Saya cukup senang 659 UMKM hadir di sini, saya berharap ke depan setia daerah yang dilakukan bertambah terus. UMKM ini adalah backbone ekonomi kita, ada 64 juta, kita punya target 2023 ada 30 juta UMKM, target 6 juta UMKM per tahun," katanya dalam gelaran "Peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia" secara virtual, Senin (11/1/2021).

Terkait dengan UMKM ini, dia menyambut baik apa yang disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dengan adanya QRIS standar. Apalagi, kondisi pandemi saat ini, QRIS tersebut menurutnya akan sangat membantu.


"Apapun yang kita lakukan harus terapkan protokol kesehatan. Covid-19 di seluruh dunia mengalami second wave, bahkan third wave," tegasnya.

Selanjutnya, menurut Luhut, produk UMKM buatan Indonesia semakin baik, tidak hanya sekedar omongan semata. Untuk itu dia mengajak masyarakat untuk membeli dan bisa menggunakan produk buatan Indonesia.

"Kalau boleh saya sampaikan, makanan di rumah hampir semua beli dari dalam, ternyata banyak yang bagus-bagus buatan kita, ini akan mendorong sistem penjualan luring-daring. Produk UMKM kita terus dorong, ayo di tempat masing ke depankan, kami terus berharap muncul produk artisan di marketplace kita, kita pantau terus perkembangannya," jelasnya.

Dia menjelaskan, tahun ini gerakan Bangga Buatan Indonesia digelar di Bali yang selanjutnya akan digelar di provinsi lainnya. Target 2020 ada 2 juta UMKM, sehingga akhir 2020 ada 11,7 juta . Target tersebut sampai 2023, dimana jika tidak kerja sama kompak, gerakan ini menurutnya tidak akan berhasil.

"Peran BCA, BI, menteri, kita harus bahu membahu UMKM bisa hasilkan kualitas bermutu, seluruh pemangku kepentingan bersatu meningkatkan kualitas dan penjualan produk," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)