Luhut: Hari Ini atau Besok Kami Terima Proposal Tesla!

Luhut: Hari Ini atau Besok Kami Terima Proposal Tesla!

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan...

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya buka suara mengenai rencana investasi pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat Tesla ke Indonesia.

Ia mengaku tidak bisa berbicara banyak karena terikat Non Disclosure Agreement (NDA) atau perjanjian kerahasiaan, namun progresnya hingga kini masih terus berjalan terkait rencana investasi Tesla di Indonesia. Tesla sempat dikabarkan tertarik membangun pabrik baterai mobil listrik.

"Ya kita belum tahu berapa besarnya tapi yang kami tahu dan kami belum bisa men-disclose terlalu detail ke publik tapi kami sudah 6 kali bervideo call dan NDA sudah selesai ditandatangani dan saya pikir hari ini atau besok kami akan menerima proposal dari mereka," kata Luhut dalam Youtube IDX Channel, Kamis (3/2/21).


Proposal tersebut bakal berisi beragam penawaran yang diberikan Tesla kepada Indonesia, mulai dari nilai investasi, rencana ke depan hingga hal teknis lainnya. Sebelum memberikan proposal resmi, memangÂsudah ada pembicaraan mengenai detil teknis.

Namun, pembicaraan itu nampaknya terjadi baru secara virtual karena tim Tesla yang semula bakal datang ke Indonesia pada awal Januari ini belum juga tiba karena alasan Covid-19. Rencana Februari 2021 juga diundur terkait larangan terbang internasional oleh Indonesia.

Deputi Investasi Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto di bawah Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Tesla berencana memasuki dua bagian investasi, yakni di pembuatan baterai dan Energy storage system.

"Bisa dibilang untuk teknologi baterai, Tesla salah satu yang terbaik secara pribadi dibanding LG, CATL. Tesla teknologi baterainya selangkah lebih maju dalam coverage distance, sekitar 650 Km sekali cas full," sebutnya.

Sedangkan Energy storage system adalah semacam giga baterai skala besar yang bisa menyimpan tenaga listrik besar hingga megawatt untuk stabilisator atau untuk pengganti sebagai pembangkit peaker.

"Ini yang juga mereka bicarakan. Mereka teknologi sangat advance di Australia, beberapa proyek sudah dilakukan dan sangat berhasil," sebutnya.

Hingga kini, Pemerintah masih menunggu proposal detil dari Tesla seperti apa, meski sudah ada pembicaraan namun proposal juga penting dalam hal penawaran kerjasama.

"Kalau kami dari Pemerintah ingin hilirisasi dari industri baterai ada di Indonesia. Supply chain dari lithium baterai cukup panjang, nikel ore diekstrak nikel dan cobaltnya dibuat prekursor ke katoda nanti dicampur anoda jadi baterai sel, baterai sel nanti dibangun jadi battery pack. Yang kita sampaikan ke LG, CATL dan ke Tesla bahwa paling tidak 70% dari nikel yang mereka peroleh di Indonesia itu harus diproduksi dalam bentuk battery pack, jadi bukan hanya bentuk prekursor atau katoda kemudian mereka ekspor," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)