Lakukan Deteksi Dini, Simak 6 Pendekatan Hadapi Masalah Gangguan Jiwa

Lakukan Deteksi Dini, Simak 6 Pendekatan Hadapi Masalah Gangguan Jiwa

Terbaiknews - ILUSTRASI. Gangguan jiwa bisa menyerang siapa saja tanpa memandang latar belakang dan status ekonomi serta pendidikannya. (Diabetes UK)

– Gangguan jiwa bisa menyerang siapa saja tanpa memandang latar belakang dan status ekonomi serta pendidikannya. Gangguan jiwa terjadi melalui suatu proses yang terjadi beberapa waktu sebelumnya, bisa cepat, bisa juga lebih lambat.

Menurut Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ yang juga Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dan RS Siloam Bogor, gangguan jiwa membuat seseorang menjadi terganggu fungsi dan produktivitasnya dan ini bisa mengganggu juga keluarga dan masyarakat. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tidak bisa sekolah, kuliah dan bekerja dengan baik.

Fungsi sosial juga menjadi terganggu, ODGJ tidak mampu berinteraksi dengan sekitarnya dengan baik. Kemampuan fokus, konsentrasi, atensi, memori, memutuskan untuk bertindak, kemampuan berkomunikasi, fungsi gerakan juga terganggu sehingga fungsi dan produktivitas menjadi terganggu.

Sehingga, dr. Lahargo menegaskan dengan melakukan deteksi dini dan penanganan yang baik maka gangguan jiwa dapat cepat dipulihkan dan tidak menjadi makin berat. Deteksi dini gangguan jiwa dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit, psikiater, psikolog, perawat jiwa dan di rumah sakit jiwa.

“Apabila dideteksi dengan lebih cepat maka gangguan jiwa akan lebih mudah diterapi, diobati sehingga yang bersangkutan dapat pulih dan produktif kembali,” kata Psikiater dr. Lahargo Kembaren.

Pemeriksaan yang dilakukan adalah wawancara, pemeriksaan lab dan radiologi (bila diperlukan), tes kesehatan mental dan tes psikologis lainnya. Setelah diagnosis ditegakkan maka terapi akan segera dimulai dan kesembuhan akan cepat diraih. Pengobatan untuk gangguan jiwa berlangsung lama dan dibutuhkan konsultasi yang rutin.

“Dengan melakukan deteksi dini dan pemeriksaan maka gangguan jiwa yang berat dapat dihindari sehingga bahaya juga bisa dicegah,” paparnya.

Dalam laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), disebutkan beberapa metode prinsip perawatan ODGJ. Perawatan berbasis komunitas ternyata solusi yang terbaik. Layanan semacam ini menyebar di beberapa negara Eropa, di beberapa negara bagian Amerika Serikat, di Australia, Kanada, dan Tiongkok. Beberapa negara di Amerika Latin, Afrika, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik Barat.

1. Diagnosa

Diagnosis objektif yang benar sangat penting untuk perencanaan perawatan individu, dan untuk pilihan perawatan yang tepat. Karena perawatan yang berbeda diindikasikan untuk penyakit yang berbeda, diagnosis merupakan titik awal yang penting dari setiap intervensi.

Intervensi dini sangat penting dalam mencegah parahnya suatu penyakit, dalam mengendalikan gejala dan meningkatkan hasil. Semakin awal dilakukan pengobatan yang tepat, semakin baik prognosisnya.

2. Perawatan Kontinyu

Beberapa gangguan mental dan perilaku mengikuti perjalanan kronis, meskipun dengan periode remisi dan kekambuhan yang mungkin menyerupai gangguan akut. Namun demikian, sejauh menyangkut penatalaksanaannya, penyakit ini mirip dengan penyakit fisik kronis. Oleh karena itu, paradigma perawatan kronis lebih cocok untuk mereka. Maka kesinambungan perawatan itu penting.

Misalnya ada klinik khusus untuk kelompok pasien dengan diagnosis atau masalah yang sama; memberikan keterampilan merawat kepada pengasuh; tim pengobatan yang sama memberikan perawatan kepada pasien dan keluarganya; pendidikan kelompok pasien dan keluarganya; desentralisasi layanan; integrasi perawatan ke dalam perawatan kesehatan primer.

3. Rehabilitasi

Berbagai macam layanan diperlukan untuk memberikan perawatan komprehensif bagi beberapa orang dengan penyakit mental. Diperlukan rehabilitasi pada pasien. Layanan ini dapat memberikan pengobatan atau menyediakan program rehabilitasi khusus, bantuan hukum atau bentuk lain dari dukungan sosial ekonomi. Personel khusus, seperti perawat, psikolog klinis, pekerja sosial, terapis okupasi dan sukarelawan, juga dibutuhkan

4. Pendekatan Keluarga

Penting untuk mengedukasi perawatan berbasis keluarga. Bagaimana para penderita gangguan jiwa dan keluarganya bisa mendukung pengobatan dan perawatan.

5. Melibatkan Komunitas Lokal

Keyakinan, sikap, dan tanggapan masyarakat menentukan banyak aspek perawatan kesehatan mental. Orang dengan penyakit mental sangat dipengaruhi dukungan masyarakat. Jika lingkungan sosial mendukung, itu berkontribusi pada pemulihan lebih cepat.

6. Perawatan Kesehatan Dasar

Prinsip penting lainnya yang memainkan peran penting dalam perawatan kesehatan mental adalah integrasi ke dalam perawatan kesehatan primer. Sebab gangguan mental bisa terlihat dari deteksi pasien di perawatan primer.

Kualitas dan kuantitas layanan kesehatan jiwa spesialis yang dibutuhkan bergantung pada layanan yang diberikan di tingkat perawatan kesehatan primer. Dengan kata lain, pemberian pelayanan perlu diimbangi antara community care dan hospital care.

Saksikan video menarik berikut ini: