Lagi! Jakarta Pimpin Penambahan Kasus Baru Covid-19

Lagi! Jakarta Pimpin Penambahan Kasus Baru Covid-19

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia- Hingga Kamis (23/7/2020)kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 1.906...

Jakarta, CNBC Indonesia- Hingga Kamis (23/7/2020), kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 1.906 pasien sehingga totalnya menjadi 93.657 orang.

Dari penambahan ini, DKI Jakarta mencatat sebagai provinsi dengan penambahan kasus tertinggi sebanyak 470 orang, sehingga totalnya 18.068. Sementara pasien sembuh bertambah 163 orang sehingga totalnya 11.283 orang, dan kasus meninggal bertambah 2 orang menjadi 751 orang.

Penambahan ini bisa dibilang menembus rekor baru setelah mencatatkan rekor penambahan kasus tertinggi sebanyak 441 kasus, pada Selasa (21/7/2020). Pekan sebelumnya pernah menembus 404 penambahan kasus dalam satu hari dengan positivity rate 10,5%.


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang diterima CNBC Indonesia, secara nasional terdapat penambahan 1.909 pasien sembuh sehingga total menjadi 52.164 orang. Adapun kasus kematian bertambah 117 orang sehingga totalnya 4.576 orang.

Saat ini ada 469 kabupaten/kota di 34 Provinsi yang terdampak Covid-19. Adapun total suspect corona di RI menembus 47.756 orang.

Sebelumnya Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan meski pecah rekor dengan penambahan 441 kasus baru pada Selasa, artinya bisa menemukan warga yang positif di saat mereka tidak menyadari mereka tidak positif.

"Jadi, angka positivity rate (Rasio kasus positif yang ditemukan dengan jumlah tes) ini kita lihat sebagai usaha kita menyelamatkan warga. Mudah-mudahan dengan kita lebih banyak bisa lebih cepat memutus mata rantainya," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/7/2020), seperti dikutip CNN Indonesia.

Anies mengklaim, rekor tambahan kasus baru itu juga bisa terjadi karena Pemprov DKI Jakarta memperbanyak tes di wilayah ibu kota. Menurutnya sejak awal Pemprov DKI Jakarta berkomitmen meningkatkan kapasitas testing. Sebab, menurut Anies, peningkatan kapasitas testing justru bisa lebih cepat mengidentifikasi penyebaran Covid-19.

"Kita tingkatkan testing supaya kita temukan yang positif, supaya bisa isolasi. Jadi, wabahnya memang masih ada. Justru karena wabah masih ada, kita lakukan testing lebih banyak, lebih banyak yang ketemu, lebih banyak yang isolasi," kata Anies.

Ia menambahkan, angka rasio positif di Jakarta dalam tiga pekan terakhir ini memang sempat mengalami peningkatan. Data terakhir, pada 9-15 Juli kemarin, rasio positif di Jakarta mencapai 5,9%. Angka tersebut masih di atas standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) 5%.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)