Kritik Penggerebekan PSK yang Libatkan Andre Rosiade, Ombudsman: Dilakukan dengan Cara Tak Manusiawi

Kritik Penggerebekan PSK yang Libatkan Andre Rosiade, Ombudsman: Dilakukan dengan Cara Tak Manusiawi

Terbaiknews - Anggota DPR RI Andre Rosiade bersama tim Ditreskrimsus Polda Sumbar 

- KomisionerOmbudsmanRI, Ninik Rahayu buka suara terkait kasus penangkapan pekerja seks komersil (PSK) diPadangSumatera Barat yang melibatkan anggota DPR dari fraksi Partai GerindraAndreRosiade.

Ninik Rahayu menuturkan ada kejanggalan dalam penangkapan tersebut.

Lebih lanjut Ninik Rahayu mempertanyakan kewenanganAndreRosiadedalam penindakan hukum dengan cara menyamar.

"Hasil koordinasi saya dengan ombudsman perwakilan yang melakukan proses jebak menjebak ini bukan penegak hukum," ujar Ninik Rahayu, dilansir dari Youtube Metrotvnews.

Ninik Rahayu merasa ada kesewenang-wenangan pihak tertentu untuk membongkar praktik prostitusi online tersebut.

"Itu ada potensi kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam upaya membongkar praktik prostitusi," ungkapnya.

Lantas Ninik Rahayu memberikan pengertian terkait perbedaan pelacuran dan prostitusi.

Kritik Penggerebekan PSK yang Libatkan Andre Rosiade, Ombudsman: Dilakukan dengan Cara Tak Manusiawi
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Andre Rosiade di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019) (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Pelacuran adalah transaksi dua orang antara penjual dan pembeli.

Dalam pelacuran tidak ada tindak pidana perdagangan orang.

Sedangkan dalam kasus ini ada orang ketiga yang mentransaksikan, maka hal tersebut disebut dengan protisusi.