KPK Siap Telaah Inisial ‘Bapakmu-Bapakku’ dalam Perkara Jaksa Pinangki

KPK Siap Telaah Inisial ‘Bapakmu-Bapakku’ dalam Perkara Jaksa Pinangki

Terbaiknews - Tersangka kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko TjandraPinangki Sirna Malasari berada di dalam kendaraan usai menjalani pemeriksaan di gedung BundarKejaksaan AgungJakartaRabu (2/9/2020). Kejaksaan Agung dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri memeriksa Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra dari eksekusi Kejaksaan Agung atas kasus korupsi hak tagih Bank Bali. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, akan menelah data-data yang akan diserahkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait bukti tambahan skandal suap Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Bukti tersebut berkenaan dengan istilah ‘Bapakmu’ dan ‘Bapakku’.

“Jadi kita akan lihat dan telaah data-data yang diberikan langsung oleh masyarakat ke KPK,” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dikonfirmasi, Rabu (16/9).

Dalam istilah ‘Bapakmu-Bapakku’, disebutkan beberapa inisial seperti T, DK, BR, HA, SHD dan R. Bukti ini telah diberikan oleh Koordinator MAKI, Boyamin Saiman sebelum KPK melakukan gelar perkara skanda Djoko Tjandra dengan Kejaksaan Agung dan Polri pada Jumat (11/9).

Nawawi mengatakan, jika inisial-inisial itu tidak segera diusut Kejagung maupun Bareskrim Polri, maka KPK mengisyaratkan akan menangani perkara tersebut. Namun, ini sesuai syarat UU KPK.

“Jika ada nama-nama lain yang didukung oleh bukti-bukti yg ada, memiliki keterlibatan dengan perkara-perkara dimaksud, baik perkara Djoko Tjandra maupun perkara PSM (Pinangki Sirna Malasari), tapi tidak ditindak lanjuti, maka KPK brdasarkan Pasal 10A ayat (2) huruf (a) dapat langsung menangani sendiri pihak-pihak yang disebut terlibat tersebut terpisah dari perkara yang sebelumnya di supervisi,” tegas Nawawi.

KPK Siap Telaah Inisial ‘Bapakmu-Bapakku’ dalam Perkara Jaksa Pinangki
KAWAL KASUS: Koordinator MAKI Boyamin Saiman. MAKI mendapatkan informasi dan data dari berbagai pihak, tapi bukan dari BIN. (AGUS DWI PRASETYO/JAWA POS)

Sebelumnya, Koordinator MAKI Boyamin Saiman akan menyerahkan bukti tambahan yang berkaitan dengan supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait skandal Djoko Tjandra. KPK sendiri telah melakukan gelar perkara oleh Kejaksaan Agung dan Polri terkait skandal Djoko Tjandra pada Jumat (11/9).

“Saya sudah membuka preview, saya besok akan menyerahkan bukti yang diminta KPK berkaitan dengan permohonan saya melakukan supervisi yang minggu kemarin saya masukan ke KPK,” kata Boyamin dikonfirmasi, Rabu (16/9).

Pada Jumat (11/9), Boyamin menyerahkan sejumlah bukti agar KPK melakukan pengembangan terkait skandal Djoko Tjandra. KPK diminta mendalami aktifitas Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan mantan Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking dalam rencana pengurusan fatwa hukum di Mahkamah Agung (MA).

Terlebih keduanya diduga sering menyebut istilah ‘Bapakmu’ dan ‘Bapakku’ untuk melancarkan aksinya. Bukti tambahan yang akan dibawa Boyamin, agar KPK bisa mengusut munculnya dugaan tersebut.

“Mudah-mudahan dengan bahan itu, nanti KPK mampu membuat benang merah dari tiga clue ‘Bapakku-Bapakmu’, kemudian berkaitan dengan inisial, berkaitan dengan P mengajak R untuk ketemu pimpinan, terkahir terkait dengan fatwa dan grasi,” cetus Boyamin.

Oleh karena itu, dengan bukti tambahan yang akan diberikan ke KPK, diharapkan lemnaga antirasuah segera mengambil alih penanganan perkara terkait skanda Djoko Tjandra yang melibatkan unsur Kejaksaan Agung dan Polri. “KPK mudah mudahan nanti setelah menganalisa bukti yang saya berikan, harapan saya tertinggi diambilalih,” tandasnya.