KPK Serahkan Barang Rampasan Adik Ketua Umum PAN ke Pemkab Lamsel

KPK Serahkan Barang Rampasan Adik Ketua Umum PAN ke Pemkab Lamsel

Terbaiknews - Zainuddin Hasanadik dari Ketua Umum PANZulkifli Hasan. KPK menyerahkan hasil rampasan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Zainuddin Hasan (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan hasil rampasan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan. Penyerahan barang rampasan adik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan itu dilakukan jaksa eksekusi KPK ke Pemkab Lampung Selatan.

“Bertempat di Kantor Bupati Lampung Selatan, KPK melaksanakan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 113 K/Pid.Sus/2020 tanggal 28 Januari 2020 atas nama terdakwa Zainuddin Hasan yang pada pokoknya memerintahkan barang bukti dalam perkara TPPU dirampas untuk negara ke Pemerintah Daerah Lampung Selatan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (18/11).

  • Puluhan Pegawai KPK Mundur, ICW: Dampak Revisi UU dan Faktor Pimpinan

Menurut Ali, penyerahan dilakukan secara simbolis dan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lampung Selatan, Sulpakar dengan disaksikan Sekretaris Daerah Pemkab Lampung Selatan, Thamrin dan jaksa KPK Josep Wisnu Sigit.

Ali menyatakan, perampasan perkara dari TPPU yang menjerat Zainudin Hasan sebagai upaya efek jera terhadap pelaku korupsi. Sehingga harta benda milik adik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan itu dirampas dan disita untuk negara.

“Dalam proses penyelesaian perkara, KPK tidak hanya berupaya menghukum penjara terhadap para koruptor, namun juga adanya tuntutan perampasan aset hasil korupsi untuk pemasukan kas negara/daerah,” pungkas Ali.

Untuk diketahui, mantan Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan sudah dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bandar Lampung pada Kamis, 6 Februari 2020. Zainuddin merupakan terpidana kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan tindak pidana korupsi berupa suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Lampung Selatan.

Ekseskusi terhadap ini dilakukan usai Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan oleh Zainuddin. Zainuddin akan menjalani pidana 12 tahun penjara sesuai putusan pada Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang pada 25 April 2019.

Barang-barang rampasan yang diserahkan di antaranya:
1. Dokumen sebanyak 29 (dua puluh sembilan) berkas.
2. Uang sejumlah Rp 7.569.227.394,00 dan telah isetorkan ke Rekening Kas Umum Daerah Kabupaten Lampung Selatan nomor rekening 383.00.09.00003.9 pada PT.BPD Lampung cabang Kalianda pada hari senin tanggal 16 November 2020.
3. Tanah sebanyak 58 bidang. Dengan nilai penaksiran Rp 19.098.883.000,00.
4. Satu bidang tanah dan bangunan ruko yang terletak di Kelurahan Jagabaya III Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Dengan nilai penaksiran Rp 2.462.500.000,00.
5. Kendaraan 25 unit. Dengan nilai penaksiran Rp 5.787.897.000,00.
6. AMP dan perlengkapannya 22 unit. Dengan nilai penaksiran Rp 7.210.961,000,00.
7. Handphone sebanyak sembilan buah. Dengan nilai penaksiran Rp 13.312.000,00.
8. Satu buah jam tangan merk Richard Mille. Dengan nilai penaksiran Rp 3.575.000,00.
9. Satu buah cincin. Dengan nilai penaksiran Rp 13.745.000,00.

Saksikan video menarik berikut ini: