KPK Mulai Dalami Kasus Korupsi Pengadaan Mesin Giling Tebu di PTPN XI

KPK Mulai Dalami Kasus Korupsi Pengadaan Mesin Giling Tebu di PTPN XI

Terbaiknews - Ilustrasi: Sejumlah penyidik KPK saat akan melakukan penggeledahan (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami kasus dugaan korupsi terkait pengadaan dan pemasangan Six Roll Mill di Pabrik Gula Djatiroto PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI periode tahun 2015-2016. Lembaga antirasuah pada Kamis (21/1) kemarin telah memeriksa Kepala Urusan Sipil dan Divisi Teknik PTPN XI tahun 2015-2017, Subagio.

“Subagio, keterangan yang bersangkutan terkait proses aanwijzing yang diikuti oleh yang bersangkutan dalam pengadaan six roll mill, yaitu terkait hal teknis, khususnya mesin dan alat berat,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara penindakan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (22/1).

Selain memeriksa Subagio, seharusnya penyidik lembaga antirasuah juga memeriksa Staff Divisi Pengadaan PTPN XI Tahun 2014-2015, Djoko Martono. Tetapi Djoko tidak hadir dan meminta penjadwalan ulang pemeriksaan.

Sebelumnya, KPK menyampaikan sedang mengusut dugaan korupsi di PT Perkebunan Nusantara XI atau PTPN XI. Dugaan korupsi yang sedang diusut mengenai proyek pengadaan dan pemasangan mesin penggilingan tebu sixth roll mill di Pabrik Gula Djatiroto milik PTPN XI periode tahun 2015 – 2016.

“Saat ini KPK sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan dan pemasangan sixth roll mill di Pabrik Gula Djatiroto PT Perkebunan Nusantara XI periode tahun 2015 – 2016,” ujar Ali, Kamis (21/1).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini belum membeberkan secara rinci konstruksi perkara kasus ini. KPK juga belum mengungkapkan pihak-pihak yang ditetapkan tersangka dalam proses penyidikan ini.

Direksi PTPN XI jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Mesin Pabrik Gula

“Sebagaimana kebijakan pimpinan KPK saat ini, bahwa untuk publikasi kontruksi perkara dan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dilakukan pada saat telah dilakukan upaya paksa baik penangkapan maupun penahanan terhadap para tersangka dimaksud,” ujar Ali.

Ali memastikan, lembaga antirasuah akan terus menyampaikan perkembangan informasi terkait penanganan perkara ini. Dia juga mengajak masyarakat untuk mengawasi proses penyidikan tersebut.

“Kami juga mengajak masyarakat ikut pula mengawasi setiap prosesnya,” tukasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, pihak yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini yakni seorang Direksi PTPN XI berinisial BAP dan seorang Direktur PT WDM berinisial AH. Adapun kerugian negara dalam kasus ini senilai Rp 19 miliar. Keduanya terancam 20 tahun penjara karena dinilai melanggar Pasal 2 dan 3 UU Tipikor.

Saksikan video menarik berikut ini: