Komisi III Minta Kejagung-Polri Proses Pidana Pelanggaran Jaksa Pinangki

Komisi III Minta Kejagung-Polri Proses Pidana Pelanggaran Jaksa Pinangki

Terbaiknews - Kendati sudah mendapat sanksinamun Habiburokhman menilai Pinangki masih bisa diproses secara pidana.

Komisi III DPR mengapresiasi keputusan Kejaksaan Agung (Kejagung) menonaktifkan Jaksa Pinangki yang disebut telah melakukan pertemuan dengan buronan kasus Bank Bali Djoko Tjandra.

Anggota Komisi III Habiburokhman mengemukakan, meski informasi terkait pertemuan Pinangki dengan Djoko Tjandra terkesan mendadak, pihaknya mengasumsikan bahwa keputusan tersebut merupakan tindakan administratif berdasar putusan Majelis Kode Perilaku Jaksa yang telah melakukan pemeriksaan sebelumnya.

Kendati sudah mendapat sanksi, namun Habiburokhman menilai Pinangki masih bisa diproses secara pidana.

"Kami ingatkan bahwa sebagaimana diatur Pasal 12 ayat (4) Kode Perilaku Jaksa, penonaktifan tersebut tidak mengesampingkan ketentuan pidana dan hukuman disiplin terkait status Jaksa sebagai Pegawai negeri Sipil (PNS) jika ada aturan yang dilanggar," kata Habiburokhman kepada wartawan pada Kamis (30/7/2020).

Untuk itu, ia meminta Kejagung berkoordinasi dengan Polri untuk mengusut pelanggaran Pinangki secara pidana karena diduga membantu menyembunyikan buronan Djoko Tjandra.

"Dalam konteks pidana, Kejaksaan hendaknya berkoordinasi dengan kepolisian agar Jaksa tersebut diperiksa dalam dugaan tindak pidana membantu menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan sebagaimana diatur Pasal 221 KUHP," ujar Habiburokhman.

"Kami juga mengimbau kepada kejaksaan agar terus melakukan pendalaman apa saja yang dikomunikasikan Jaksa Pinangki dengan pihak Djoko Tjandra serta adakah oknum Jaksa lain yang ikut terlibat," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi telah mencopot jabatan Jaksa Pinangki Sirna Malasari karena terbukti melanggar disiplin dan kode etik menyusul beredarnya foto Pinangki dengan buronan Djoko Tjandra.

Hukuman tersebut dijatuhkan berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-IV-041/B/WJA/07/2020 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat berupa Pembebasan dari Jabatan Struktural.

"Wakil Jaksa Agung telah memutuskan tentang penjatuhan hukuman disiplin tingkat berat berupa pembebasan dari jabatan struktural atau di-nonjob-kan kepada terlapor (Pinangki)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu malam.