Kisah Bayi di Aceh Terpisah dari Ibunya Karena Positif COVID-19

Kisah Bayi di Aceh Terpisah dari Ibunya Karena Positif COVID-19

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Seorang bayi yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar...

Jakarta, IDN Times - Seorang bayi yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda Nagan Raya, Aceh, terpaksa minum air susu ibu (ASI) dari botol susu, setelah ibunya dinyatakan positif COVID-19 sejak sepekan terakhir ini.

Seorang ibu rumah tangga yang dikonfirmasi positif COVID-19 tersebut, berinisial E, warga desa di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

“Jadi bayi ini terpaksa dipisahkan perawatannya sementara dari sang ibu positif terkonfirmasi COVID-19, setelah hasil pemeriksaan medis terbit,” kata Kepala Satugas Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Ika Suhannas di Suka Makmue, seperti dilansir ANTARA, Minggu, 18 Oktober 2020.

1. Sang bayi dipisahkan dari ibunya agar tidak terpapar COVID-19

Kisah Bayi di Aceh Terpisah dari Ibunya Karena Positif COVID-19Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Ika menjelaskan pemisahan ruang rawat antara ibu dan bayinya tersebut bertujuan agar sang bayi tidak terpapar virus corona dari sang ibu.

Jika sang bayi membutuhkan ASI, maka petugas medis mengambi ASI dari sang ibu dengan cara dipompa, kemudian dimasukan ke botol susu.

2. Kondisi sang bayi sehat meski ibunya positif COVID-19

Kisah Bayi di Aceh Terpisah dari Ibunya Karena Positif COVID-19Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

E harus dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nagan Raya, Aceh, setelah proses persalinan selesai.

Bahkan, hingga Minggu malam, kondisi E dalam keadaan normal dan tidak membutuhkan alat bantu pernapasan, meski dilakukan perawatan di ruang isolasi khusus pasien virus corona.

“Jadi kondisi sang bayi juga sangat sehat dan normal, hanya saja sementara harus dipisah perawatannya sampai kondisi sang ibu kembali sehat dan pulih dari virus corona,” kata Ika.

3. Sebanyak 96 warga positif COVID-19 di Nagan Raya Aceh sudah sembuh

Kisah Bayi di Aceh Terpisah dari Ibunya Karena Positif COVID-19Ilustrasi Swab Test (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Satuan Tugas Penangangan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mencatat sebanyak 96 orang pasien positif COVID-19 di daerah ini dinyatakan sembuh, setelah mendapatkan perawatan medis dan isolasi mandiri.

Selain itu, Satgas setempat juga mencatat tidak menemukan adanya warga yang kembali positif COVID-19 di daerah ini sejak empat hari terakhir.

“Saat ini hanya dua orang pasien saja yang masih dirawat, satu orang di rawat di RSUD SIM Nagan Raya, satu orang lagi dirawat di Rumah Sehat Nagan Raya,” kata Kepala Sekretariat Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya, Ika Suhannas, Kamis, 15 Oktober 2020.

Menurut Ika, tingginya angka kesembuhan masyarakat di Nagan Raya, dipicu beberapa faktor, di antaranya kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta aparat desa di dalam melakukan pemantauan terkait setiap pendatang yang baru tiba ke desa.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk berobat di Puskesmas atau sarana kesehatan di daerah ini juga mengalami peningkatan, sehingga berdampak terhadap penurunan jumlah warga yang terinfeksi virus mematikan tersebut, katanya.

Ika menjelaskan meningkatnya kesembuhan masyarakat juga didasari rasa optimis untuk sembuh saat menjalani isolasi mandiri, dan mengikuti anjuran kesehatan yang diterapkan petugas medis yang menangani pasien.

“Karena selama ini, rata-rata penderita COVID-19 di Nagan Raya tidak memperlihatkan gejala. Masyarakat kebanyakan sembuh karena mereka yakin bisa melewati masa isolasi dengan baik,” kata Ika.

Kendati, Ika berharap tidak ada warga lain di Nagan Raya yang terinfeksi COVID-19. Satgas Penanganan COVID-19 Nagan Raya juga berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah dengan cara selalu memakai masker ketika beraktivitas, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta menjaga imunitas dengan mengonsumsi makanan sehat, beribadah serta istirahat yang cukup pada malam hari.