Ketua LP NU: POP Diteruskan, Pendidikan Indonesia Suram

Ketua LP NU: POP Diteruskan, Pendidikan Indonesia Suram

Terbaiknews - Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Arifin Junaidi. (Istimewa)

JawaPos.com – Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Arifin Junaidi mengatakan, Program Organisasi Penggerak (POP) tidak ada harapan, jika masih terdapat organisasi yang tidak jelas diikutkan ke dalam program pendidikan nasional.

“Intuisi saya, POP tidak bisa berjalan baik, karena banyak organisasi ini tidak kredibel,” kata dia dalam diskusi online, Sabtu (25/7).

Apalagi jika menyangkut penggunaan anggaran negara, dirinya khawatir program tersebut akan disalahgunakan. Maka dari itu, pihaknya memutuskan untuk mundur.

“Bisa masalah urusan dengan KPK nanti, kalau berurusan dengan KPK, Ma’arif ada di dalamnya (program), ini bisa terbawa-bawa. Terus terang saja, yang saya kahwatirkan nanti bisa terbawa,” katanya.

Dirinya juga mencurigai, pihaknya diloloskan hanya untuk kepentingan program tersebut. Yang di maksudkan adalah POP yang mendapat pengakuan dari publik.

“Program ini sudah disetting sejak awal. NU ini hanya dijadikan legitimiasi,” jelasnya. Begitu pula dengan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah.

Arifin juga dari awal telah mencium ketidakberesan dalam program ini. Pasalnya, pihaknya ditawarkan, tepat 2 hari sebelum batas waktu berakhir.

“Di awal bulan Maret, di telpon oleh pejabat tinggi Kemendikbud untuk mengajukan proposal, kemudian saya konfirmasi kepada Ditjen GTK, saya diminta untuk menyiapkan proposalnya,” terang dia.

“Saya sampaikan enggak sanggup (karena waktu mepet), tapi beliau bilang begini, ya sudah bikin saja, yang penting sudah masuk list, persyaratan bisa menyusul,” sambungnya.

Melihat kejanggalan itu, pihaknya pun menyatakan mundur dari program. “Intuisi saya kalau ini (POP) diteruskan, akan suram masa depan pendidikan kita,” tutup Arifin.

Saksikan video menarik berikut ini: