Keterisian Rumah Sakit 80%, Kemenkes: Ini Mengkhawatirkan!

Keterisian Rumah Sakit 80%, Kemenkes: Ini Mengkhawatirkan!

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia-ÂLonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir membuat layanan...

Jakarta, CNBC Indonesia-ÂLonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir membuat layanan kesehatan semakin penuh di beberapa daerah.

Kementerian Kesehatan mencatat secara nasional tingkat keterisian tempat tidur (Bed occupancy ratio/BOR) sebenarnya masih di kisaran 64,83%, namun jika dilihat secara spesifik ada beberapa daerah yang keterisiannya mencapai di atas 80%.

"Sekarang ini sangat mengkhawatirkan karena sekarang BOR sudah 80% ke atas kalau ada lonjakan tinggi, dan masyarakat tidak mendapatkan layanan bisa berdampak pada angka kematian. Maka kami dari Kemenkes bagaimana memberikan layanan terbaik. RS di Indonesia sudah sekitar 2.900 RS dan tempat tidur yang disiapkan untuk pasien Covid isolasi dan ICU per tanggal 21 januari 81.000 bed," kata Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr. Abdul Kadir, Jumat (22/01/2021).


Dia mencontohkan di DKI Jakarta BOR sudah mencapai 82% dan secara umum sudah mengkhawatirkan, dan ada kemungkinan masyarakat tidak tertampung RS. Kadir menyebutkan pihaknya melakukan antisipasi dengan mengeluarkan surat edaran yang meminta pada RS seluruh Indonesia melakukan peningkatan kapasitas seluruh RS untuk pasien Covid-19.

Dengan begitu semua rumah sakit diminta untuk mengkonversi tempat tidur rumah sakit dari non covid-19 menjadi untuk pasien Covid-19. daerah yang zona merah kami minta 40% kenaikannya. ini berlaku utk semua rumah sakit.

"Kami juga minta meningkatkan jumlah ICU 25% dengan demikian keterisian tempat tidur bisa di posisi aman, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak tertampung," kata dia.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan saat ini kasus aktif di Kabupaten Tangerang pun melonjak tajam dan tercatat sebanyak 329 kasus. Kabupaten Tangerang pun mengalami masalah keterisian rumah sakit baik ruang perawatan maupun ICU, begitu pula dengan rumah singgah yang disiapkan untuk isolasi.

"Hari ini dari 46 ICU sudah 44 terisi begitu juga rumah singgah, kita persiapkan 180 kamar sudah terisi dan antriannya cukup tinggi. Ini kondisi per hari ini, BOR dan ketersediaan tempat tidur di RS dan rumah singgah kondisinya diatas 90 % per hari ini," kata Ahmed.

Pihaknya pun melakukan roadshow ke rumah sakit agar sampai Februari apakah ada penambahan tempat tidur maupun ICU. Dengan aturan baru 40% kapasitas RS dialihkan untuk pasien Covid-19 maka pada Februari diperkirakan ada tambahan 150 tempat tidur dan 12 ICU.

"Apabila februari masih tinggi jumlah kasus yang ditemukan kami sedang siapkan alternatif berikutnya yakni membuka kembali rumah singgah yang pernah kita operasikan. Ada 100 kamar yang terisi dengan 120 pasien," ujarnya.

Kepala Sekretariat RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet dr RM Tjahja Nurrobi mengatakan pihaknya sudah memprediksi peningkatan sejak akhir tahun lalu, dan menambah kapasitas intermediate care tempat tidur sebanyak 94,, 27 HCU, dan 12 ICU.

"Jumlah ini bisa ditingkatkan lagi melihat situasi ke depan, ada kecenderungan tetap naik. di wisma atlet sendiri kapasitasnya sudah melebihi 80% yakni 82,33%. Tadi malam kita menerima kasus baru 350 dan yang pulang 185 kalau ini terus meningkat kita akan meningkatkan wisma atlet yang di pademangan tower 8-9 bahkan tower 10 dan ini sudah disiapkan sejak saat ini," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)