Ketahuan Memperkosa Bocah Pelajar SD, Residivis Dihajar Warga

Ketahuan Memperkosa Bocah Pelajar SD, Residivis Dihajar Warga

Terbaiknews - Tersangka pelecehan digelandang ke Mapolrestabes Surabaya. (Istimewa)

–Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun menjadi korban pelecehan seksual seorang residivis di rumahnya. Tersangka, Djoko Prajitno, 45, merupakan residivis dengan kasus serupa. Dia diamankan Unit Pelayanan dan Perlindungan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya setelah mendapat laporan dari orang tua korban.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya Iptu Fauzi Pratama mengatakan, aksi tersebut dilancarkan pelaku pada 23 Januari. Tersangka membujuk korban RNA, 9, yang masih berstatus pelajar kelas 3 SD. Tersangka meminjamkan handphone (HP) miliknya untuk bermain game di ponselnya.

”Tersangka melakukan persetubuhan terhadap korban dengan cara membujuknya dengan meminjamkan HP milik tersangka untuk bermain game,” tutur Fauzi pada Rabu (27/1).

Setelah meminjamkan ponsel miliknya, lanjut Fauzi, tersangka melihat ada kesempatan untuk menyetubuhi korban. Kalah kuat, RNA pun tak sanggup membendung tindakan tercela tersangka.

Pada saat yang sama, orang tua RNA yang sedang berjualan mencarinya. Ibunya merasa curiga dengan rumah Djoko yang berdekatan dengan lapak tempatnya berjualan.

Ketika masuk rumah Djoko, orang tua korban tak menemukan anaknya di ruang tamu. Namun, saat memanggil RNA, ibunya mendengar teriakan sang anak dari dalam kamar pelaku.

”Ibunya kemudian mendobrak pintu kamar dan mendapati tersangka dalam keadaan telanjang bulat sedang menyetubuhi korban,” jelas Fauzi.

Melihat anaknya disetubuhi, ibu korban berteriak untuk mencari bantuan. Warga sekitar lokasi pun mendatangi lokasi dan langsung menghajar tersangka.

”Tersangka sebelumnya juga pernah dihukum karena melakukan tindak pidana pelecehan terhadap anak pada 2000. Korbannya anak kelas satu SD dan diputus hukum penjara satu tahun,” ujar Fauzi.

Atas tindakannya, tersangka dijerat dengan pasal 81 UU No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

Saksikan video menarik berikut ini: