Keren, di Aplikasi Ini Kamu Bisa Hitung Jejak Karbon Tiap Hari

Keren, di Aplikasi Ini Kamu Bisa Hitung Jejak Karbon Tiap Hari

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Gojek bekerja sama dengan Jejak.in merilis fitur baru GoGreener Carbon Offset...

Jakarta, IDN Times - Gojek bekerja sama dengan Jejak.in merilis fitur baru GoGreener Carbon Offset pada September 2020, untuk mendukung gaya hidup peduli lingkungan. Melalui fitur tersebut, pelanggan bisa menghitung jejak karbon yang mereka hasilkan, dan mengonversikannya menjadi penanaman sejumlah pohon.

Pada awal 2021, Gojek mengumumkan tembahan fitur GoGreener Carbon Offset. Salah satu fiturnya yaitu, menambah empat jenis jejak karbon untuk diserap. Jadi menyerap jejak karbon kendaraan bermotor, sekarang pelanggan juga dapat mendukung penyerapan jejak karbon pada barang elektronik lain seperti televisi, AC, kulkas, dan laptop.

1. Gojek menambah wilayah penanaman di Semarang dan Surabaya

Keren, di Aplikasi Ini Kamu Bisa Hitung Jejak Karbon Tiap HariIlustrasi Bumi (IDN Times/Mardya Shakti)

Bukan hanya itu, Gojek juga menambah wilayah penanaman di dua lokasi baru, yaitu Semarang dan Surabaya. Sehingga, saat ini GoGreener Carbon Offset memiliki lima wilayah penanaman pohon.

Group Head of Sustainability Gojek Tanah Sullivan mengatakan, pengembangan fitur ini tidak lepas dari tingginya antusiasme pelanggan terhadap fitur GoGreener Carbon Offset di aplikasi Gojek.

"Hal ini dibuktikan dengan tercapainya target penanaman pohon dalam kurang dari tiga bulan sejak diluncurkan, bahkan target pohon untuk wilayah DKI Jakarta telah tercapai hanya dalam satu bulan," kata .

"Kami menambahkan pilihan jejak karbon lainnya seperti jejak karbon dari penggunaan televisi, AC, kulkas, dan laptop, seiring dengan kondisi pandemik COVID-19, di mana kebiasaan bekerja dan belajar dari rumah lebih relevan,” lanjut Sullivan.

2. Dalam fitur GoGreener Carbon Offset memantau dashboard sangat penting

Keren, di Aplikasi Ini Kamu Bisa Hitung Jejak Karbon Tiap HariIlustrasi Ojek Online (IDN Times/Sukma Shakti)

Sullivan juga mengatakan memantau dashboard transparansi dalam fitur GoGreener Carbon Offset sangat penting. Gojek percaya, untuk membangun perilaku baru atau mengadopsi gaya hidup baru, perlu diciptakan sebuah proses yang transparan dan mudah dipahami.

"Seluruh tahapan GoGreener Carbon Offset, dari penghitungan jejak karbon di awal, konversinya ke satuan pohon yang perlu ditanam, sampai di mana, serta kapan pohon akan ditanam, sangat transparan," kata dia.

Sullivan mengklaim transparansi juga menjadi prinsip Gojek dalam melengkapi fitur ini dengan memantau dashboard yang menyajikan data pertumbuhan pohon, seperti diameter dan tinggi batang, hingga foto pohon untuk melihat warna dan tingkat kesehatan daun.

Selain itu, kata dia, para pelanggan juga dapat dengan mudah dan nyaman menggunakan fitur GoGreener Carbon Offset. Karena seluruh proses dari menghitung jejak karbon, memilih lokasi penanaman, hingga melakukan pembayaran dengan GoPay, dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek, tanpa harus berpindah-pindah platform.

3. GoGreener Carbon Offset jadi bukti perubahan sains dan teknologi bisa mendorong perubahan

Keren, di Aplikasi Ini Kamu Bisa Hitung Jejak Karbon Tiap HariIlustrasi lingkungan (IDN Times/Sukma Shakti)

Fitur GoGreener Carbon Offset juga didukung peneliti senior dari The World Agroforestry Center (ICRAF) Beria Leimona. Ia mengatakan, fitur ini menjadi bukti sains yang diakselerasi dengan teknologi menjadi lebih kuat dalam mendorong perubahan.

"Fitur ini memiliki elemen produk lingkungan yang lengkap, penghitungan berbasis sains yang mengacu pada IPCC (Panel Antarpemerintah Tentang Perubahan Iklim) dan rekomendasi KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), komunikasi sains yang mudah dipahami, dan transparansi penuh, yang merupakan kunci untuk menarik adaptor baru,” katanya.

4. Fitur-fitur GoGreener Carbon Offset

Keren, di Aplikasi Ini Kamu Bisa Hitung Jejak Karbon Tiap HariIlustrasi lingkungan (IDN Times/Mardya Shakti)

Pengembangan fitur GoGreener Carbon Offset melengkapi layanan yang telah ada sebelumnya. Berikut rincian fiturnya:

1. Kalkulator karbon ilmiah yang merujuk pada Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
2. Konversi hasil penghitungan jejak karbon ke jumlah pohon yang dibutuhkan.
3. Monitoring Dashboard untuk melihat status kesehatan pohon, yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun.