Kemendag Bakal Beri Sanksi Eksportir yang ‘Ngeyel’ Tetap Ekspor Masker

Kemendag Bakal Beri Sanksi Eksportir yang ‘Ngeyel’ Tetap Ekspor Masker

Terbaiknews - ILUSTRASI. LANGKA. Masker dan hand sanitizer sulit ditemukan di supermarket dan apotek. (Rian/JawaPos.com)

– Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2020 tentang Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri dan Masker. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mempriotitaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Saat ini, masyarakat membutuhkan alat perlindungan diri dalam jumlah banyak, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto pun menjelaskan bahwa beleid ini telah ditandatangani pada Senin (16/3), diundangkan pada Selasa (17/3), dan mulai berlaku pada hari ini, Rabu (18/3).

“Pemerintah perlu mengambil langkah perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dan pencegahan penyebaran lebih lanjut virus korona di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap dia dalam Permendag tersebut.

Dalam telekonferensi pers hari ini, Rabu (18/3), dia juga menyebutkan bahwa salah satu upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran virus adalah menjaga ketersediaan alat perlindungan diri dan antiseptik. Rencananya, kebijakan ini akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, yaitu hingga Juni mendatang.

“Berkaitan dengan situasi ini adalah pelarangan masker dan antiseptik itu sampai bulan Juni 2020,” tutur dia.

Eksportir yang melanggar ketentuan akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kemendag telah mengundang pihak terkait dan mengingatkan mereka untuk tidak menaikkan harga.

“Jika masih ada, kami akan memberikan sanksi administratif, peringatan, pembekuan, dan pencabutan (izin),” tegas Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggrijono Sutiarto.