Kelakar Susi Pudjiastuti Pengin Bikin Portal Gosip

Kelakar Susi Pudjiastuti Pengin Bikin Portal Gosip

Terbaiknews - Menteri Kelautan dan Perikanan RISusi Pudjiastuti diwawancarai awak media usai menyaksikan proses penenggelaman kapal ilegal fishing di perairan Pulau Datuk,Kabupaten MempawahKalimantan BaratMinggu (6/10/2019). Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kembali menenggelamkan 42 kapal ilegal fishing di sejumlah perairan Indonesia21 nya dimusnahkan di perairan Kalbar. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

- Pada 20 Oktober masa jabatan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan berakhir.

Pertanyaannya, apa yang dilakukan Susi Pudjiastuti apabila tak lagi menduduki jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan? Apakah tradisi menenggelamkan kapal asing pencuri ikan masih dilakukan oleh KKP meski Susi tak menjabat lagi?

Dalam beberapa kesempatan penenggelaman kapal di Pontianak dan Natuna, Menteri Susi selalu mengatakan bahwa kegiatan ini adalah yang terakhir kali.

Ia menyebutkan penenggelaman 40 kapal selama dua hari di dua lokasi itu adalah kegiatan penenggelaman penutup selama dirinya menjabat sebagai Menteri KKP.

"Ini penenggelaman terakhir oleh saya. Selama dua hari ini kami sudah menenggelamkan 40 kapal asing pencuri ikan di Pontianak dan Natuna," kata Susi saat menenggelamkan sejumlah kapal asing di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (7/10/2019).

Menteri Susi mengatakan, selama menjabat sebagai Menteri KKP, ia sudah menenggelamkan 556 kapal asing pencuri ikan. Mayoritas berasal dari Vietnam.

Berlanjutkah penenggelaman kapal? Sebenarnya masih ada sekitar 50 kapal asing pencuri ikan yang akan ditenggelamkan.

Namun, para pemiliknya mengajukan kasasi agar kapal-kapal mereka tidak dimusnahkan.

Baca: Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Apresiasi Perpres Nomor 63

Baca: Video Mesum di Tuban Libatkan 7 Pelajar, Polisi Ungkap Ada Unsur Paksaan Terhadap Siswa Perempuan

Baca: Jadi Ketua MPR, Bamsoet: Inilah Takdir yang harus Saya Jalani

Menurut Susi Pudjiastuti, para pemilik kapal asing-asing itu menyewa pengacara untuk mengajukan kasasi demi bebas dari pemusnahan kapal.

Ia berharap, kasasinya ditolak. Sebab, jika kasasi diterima, kapal-kapal itu hanya disita, lalu dilelang dan dibeli lagi, kemudian dipakai kembali untuk mencuri ikan di perairan Indonesia.