‎Kejaksaan Agung Sebut Korupsi Jiwasraya Sudah Direncanakan

‎Kejaksaan Agung Sebut Korupsi Jiwasraya Sudah Direncanakan

Terbaiknews - Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah di Gedung Bundar Kejaksaan Agung RIJakartaRabu (22/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

, JAKARTA - Kejaksaan Agung memastikan kasus gagal bayar yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ialah kasus korupsi yang telah didesain hingga merugikan keuangan negara mencapai Rp 13,7 triliun.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, menyebutbila pembobolan dana Jiwasraya sudah terencana.

"Kita sudah melakukan pendalaman dengan penuntut umum dan kita sudah meyakini ini sudah by design dari awal sudah direncanakan melakukan tindakan yang merugikan keuangan Jiwasraya," kata Febrie di Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Namun demikian, Febrie enggan membeberkan secara rinci peran masing-masing tersangka dalam kasus ini.

Ia khawatir jika perkara tersebut dibeberkan secara rinci bakal mengganggu penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung.

Hal pasti, kata dia, keyakinan itu didapatkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhsap sejumlah saksi dan tersangka.

"Dari alat bukti itu kita sudah tetapkan (Tersangka, Red) Jiwasraya ada tiga orang. Merekalah punya alat bukti yang mengambil kebijakan yang masuk kualifikasi melawan hukum," katanya.

Sita 1.400 sertifikat tanah

Penyidik Kejaksaan Agung RI telah menyita sedikitnya 1.400 sertifikat tanah dari lima tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).