Kasus Covid-19 Makin Turun, Singapura Izinkan Pertemuan 8 Orang

Kasus Covid-19 Makin Turun, Singapura Izinkan Pertemuan 8 Orang

Terbaiknews - Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong mengatakan saat ini telah diizinkan pertemuan kelompok berjumlah 8 orang (CNA)

– Singapura kini memulai pembukaanfase III dalam pelonggaran aturan selama masa pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan menyusul semakin rendahnya kasus penularan lokal dan kasus impor harian. Berdasar itu,pertemuan sosial di luar rumah diizinkan hingga delapan orang dalam satu kelompok.

“Sebelumnya pertemuan kelompok hanya boleh 5 orang, kini diperbolehkan menjadi 8 orang,” kata Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong seperti dilansir Chanel News Asia.

  • Kematian Rendah, Singapura Ungkap Rahasia Pengobatan Pasien Covid-19

Dalam aturan lain, tuan rumah dapat menerima hingga 8 pengunjung. Ini akan memungkinkan keluarga dengan lebih dari 5 orang boleh berkumpul dan menikmati waktu tatap muka yang tidak dapat digantikan oleh interaksi virtual.

“Kami telah berpikir untuk meningkatkan ukuran kelompok maksimak menjadi 10, tetapi merasa akan sulit untuk menerapkan langkah-langkah jarak yang aman di tempat umum seperti restoran jika ada 10 orang,” kata Gan.

“Sedangkan ukuran grup yang terdiri dari delapan orang mungkin lebih mudah diatur,” tambahnya.

Kapasitas di acara-acara seperti ibadah dan resepsi pernikahan dapat ditingkatkan untuk memungkinkan hingga 50 orang di berbagai zona, tergantung pada ukuran tempat. Saat ini, acara ini dibatasi untuk menampung hingga 100 orang, dibagi menjadi dua zona yang terdiri dari 50 orang.

“Singapura memasuki fase III sebelum akhir tahun,” kata Menteri Pendidikan Lawrence Wong, yang turut memimpin gugus tugas tersebut.

Langkah-langkah pengendalian perbatasan juga dapat dipermudah seiring dengan lebih banyak pengaturan perjalanan dengan negara lain. Dalam rilis media, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan warga harus bersiap untuk tetap berada di fase III untuk jangka waktu yang lama mungkin lebih dari satu tahun.

“Maka harus hidup dengan adaptasi dan cara yang baru, sampai dunia dapat mengendalikan virus dengan ketat,” kata Kemenkes Singapura.

Saksikan video menarik berikut ini: