Kapolri Siap Gandeng Interpol Bantu KPK Kejar Harun Masiku

Kapolri Siap Gandeng Interpol Bantu KPK Kejar Harun Masiku

Terbaiknews - – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai hari ini belum berhasil menangkap tersangka kasus...

– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai hari ini belum berhasil menangkap tersangka kasus dugaan suap Harun Masiku yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Politikus Partai Demokrasi IndoneSia Perjuangan (PDIP) itu santer dikabarkan melarikan diri ke Singapura.

Terkait hal itu, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memastikan jajarannya siap memberikan bantuan kepada KPK dalam upaya pengejaran Harun. Dengan catatan KPK sudah mengirim surat permintaan bantuan.

“Pada prinsipnya kita tentu akan memberikan bantuan apabila nanti rekan-rekan-rekan KPK meminta kepada kita untuk berkoordinasi,” kata Idham di Lanud Halim PerDanakusuma, Jakarta TiMUr, Jumat (17/1).

Mantan Kabareskrim itu menjelaskan, setelah surat dari KPK diterima, Polri akan segera melanjutkannya ke Interpol. Dengan begitu, pengejaran kepada Harun di luar negeri bisa segera dimulai.

“Kita juga nanti akan melanjutkan itu ke Interpol. Saya cek apakah pimpinan KPK sudah kirim surat atau belum tapi prinsipnya kalau sudah saya akan teruskan, kita bantu untuk di Interpol-nya,” tegas Idham.

Sebelumnya, KPK mengultimatum politikus PDIP Harun Masiku segera menyerahkan diri. Ini karena Harun telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap, terkait kasus Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

Harun disebut memberikan suap kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Kini, Wahyu juga telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK. â&;&;KPK masih terus mencari tersangka HAR (Harun Masiku). KPK meminta yang bersangkutan segera menyerahkan diri,â&;&; kata juru bicara KPK Ali Fikri dalam pesan singkatnya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina selaku mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Harun Masiku selaku caleg DPR RI fraksi PDIP dan Saeful.

KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI, menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Source : https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/18/01/2020/kapolri-siap-gandeng-interpol-bantu-kpk-kejar-harun-masiku/