KAI Daop 8 Surabaya Berlakukan Syarat Wajib Tes Rapid Antigen

KAI Daop 8 Surabaya Berlakukan Syarat Wajib Tes Rapid Antigen

Terbaiknews - Suasana Stasiun Gubeng Surabaya pada masa pandemi Covid-19. (Humas PT KAI Daop 8 Surabaya)

Rapid test antigen sebagai persyaratan wajib sebelum naik kereta diterapkan KAI Daop 8 Surabaya. Persyaratan tersebut Diberlakukan mulai 9 sampai dengan 25 Januari bagi pelanggan KA jarak menengah/jauh di Wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Suprapto menjelaskan, warga diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil negatif rapid test antigen. Kebijakan tersebut berdasar Surat Edaran Kemenhub No 4 Th 2021. Surat tersebut membahas tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dengan transportasi perkeretaapian dalam masa pandemi Covid-19.

”PT KAI Daop 8 Surabaya mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan pemerintah dalam rangka mencegah Covid-19 melalui moda transportasi kereta api,” ungkap Suprapto pada Senin (11/1).

Guna memudahkan para penumpang KA dalam memenuhi persyaratan surat bebas covid-19, PT KAI Daop 8 Surabaya bekerja sama dengan pihak ketiga mengadakan pelayanan rapid test antigen dengan biaya Rp 105.000 di 5 stasiun. Yakni Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Malang, Stasiun Sidoarjo, dan Stasiun Mojokerto.

Suprapto menjelaskan, hasil negatif rapid test antigen sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. Adapun syarat tersebut tidak diwajibkan untuk pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun.

Selain itu, pelanggan KA jarak menengah/jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam). Juga suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, memakai face shield, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang.

Bagi pelanggan KA yang perjalanannya kurang dari 2 jam, tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan.

Suprapto menambahkan, jika dalam perjalanan pelanggan menunjukkan gejala covid, menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam atau suhu badan lebih dari 37,3 derajat celsius pelanggan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diturunkan di stasiun terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.

”Untuk mencegah Covid-19, setiap pelanggan KA wajib untuk mematuhi protokol Kesehatan dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” terang Suprapto.

Saksikan video menarik berikut ini: