Jumlah Pedagang di Pasar Muamalah Ada 15, Jual Sembako Hingga Baju

Jumlah Pedagang di Pasar Muamalah Ada 15, Jual Sembako Hingga Baju

Terbaiknews - PASAR MUAMALAH TUTUP : Lokasi terkini Pasar Muamalah yang diberi garis polisi setelah pendiri Pasar Muamalah Depok Zaim Saidi ditangkap Polda Metro Jaya. (ARNET/RADAR DEPOK)

– Penyidikan kasus Pasar Muamalah, Depok masih terus bergulir. Fakta-fakta yang didapat penyidik Bareskrim Polri bahwa Pasar Muamalah layaknya pasar pada umumnya. Hanya yang membedakan alat pembayarannya menggunakan dinar dan dirham bukan rupiah.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Zaim Saidi mendirikan pasar ini agar bisa bertransaksi seperti zaman nabi. Sedangkan, barang-barang yang dijual di pasar ini seperti yang dijual di pasar pada umumnya.

“Fakta kita dapatkan jumlah pedagang di Pasar Muamalah antara 10 sampai 15. Barang yang dijual yakni sembako, makanan, minuman, dan pakaian,” kata Ramadhan kepada wartawan, Kamis (4/2).

Dinar dan Dirham Pasar Muamalah Dibeli Dari Antam

Saat ini penyidikan mendalam masih dilaksanakan untuk mengusut tuntas kasus ini. Termasuk membuka kemungkinan adanya pasar serupa di daerah lain.

“Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus tentunya nanti akan mengembangkan kasus ini, tentunya kalau ada (Pasar Muamalah) di daerah-daerah lain,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap pendiri Pasar Muamalah Depok, Zaim Saidi. Kabar penangkapan itu dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. “Benar (Zaim Saidi ditangkap),” kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (3/2).

Zaim Saidi diketahui sempat menjadi sorotan warganet. Pasalnya dia mendirikan Pasar Muamalah di Depok, Jawa Barat. Pasar tersebut menerapkam transaksi tidak menggunakan uang rupiah. Melainkan menggunaka dinar dan dirham. Sedangkan di Indonesia dilarang membuat benda yang menyerupai mata uang atau uang kertas sebagai alat pembayaran yang sah.

Akibat perbuatannya, Zaim Saidi dipersangkakan dengan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945 tentang Hukum Pidana dan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dia terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Saksikan video menarik berikut ini: