Jokowi Diminta Libatkan Lembaga Pengawas hingga Masyarakat dalam Pemilihan Calon Kapolri

Jokowi Diminta Libatkan Lembaga Pengawas hingga Masyarakat dalam Pemilihan Calon Kapolri

Terbaiknews - ,- Presiden Joko Widodo diminta melibatkan banyak pihak dalam proses pemilihan calon Kapolri baru...

,- Presiden Joko Widodo diminta melibatkan banyak pihak dalam proses pemilihan calon Kapolri baru pengganti Idham Azis yang akan segera pensiun.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan, sejumlah lembaga pengawas dapat dimanfaatkan untuk menelusuri rekam jejak para calon Kapolri.

"ICW mendesak agar Presiden Joko Widodo dapat memanfaatkan lembaga pengawas, seperti KPK, PPATK, dan Direktorat Jenderal Pajak untuk melihat rekam jejak, dugaan adanya aliran transaksi tidak wajar, dan kepatuhan pembayaran pajak sebelum mengirimkan nama calon Kapolri ke DPR," kata Kurnia, Senin (11/1/2021).

Profil Komjen Listyo Sigit Prabowo, Eks Ajudan Jokowi yang Kini Calon Kapolri

Selain itu, Kurnia mengatakan, Jokowi juga dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memberi masukan terkait nama-nama calon Kapolri sebagai salah satu bahan pertimbangan.

Kemudian ia menyarankan Presiden meminta lima kandindat Kapolri memaparkan terlebih dahulu agenda reformasi kepolisian kepada publik.

Menurut Kurnia, hal itu penting agar publik dapat melihat sejauh mana kompetensi para kandidat.

Di samping itu, Kurnia juga meminta agar kepatuhan dan kejujuran Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sebagai salah satu pertimbangan presiden dalam menentukan nama calon Kapolri.

"Sebab, ICW meyakini kepatuhan, kebenaran, dan kejujuran saat pelaporan LHKPN menjadi indikator utama untuk melihat integritas dari setiap kandindat pejabat publik, terlebih Kapolri," kata Kurnia.

Ini 5 Nama Calon Kapolri yang Diserahkan Kompolnas ke Presiden

Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menyetorkan lima nama calon Kapolri ke Presiden Joko Widodo pada pekan lalu.

Lima nama tersebut ialah Wakil Kepala Polri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Boy Rafli Amar.