Jangan Labeli Stigma Negatif pada Pasien Covid-19 , Lawan dengan 3M

Jangan Labeli Stigma Negatif pada Pasien Covid-19 , Lawan dengan 3M

Terbaiknews - Petugas medis saat mengarahkan pasien covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di salah satu Hotel Di JakartaSelasa (29/9/2020). Sebanyak 13.351 kamar hotel bintang dua dan tiga di sembilan provinsi sudah disiapkan oleh pemerintah sebagai fasilitas karantina pasien Covid-19 tanpa gejalajuga disebut dengan orang tanpa gejala (OTG). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

– Sebagian masyarakat masih menganggap Covid-19 sebagai aib dan penyakit menular yang menakutkan. Maka seorang pasien Covid-19 atau penyintas, sering mengalami diskriminasi atau dikucilkan di masyarakat. Tindakan itu tentu disesalkan karena Covid-19 dapat disembuhkan dan dicegah dengan protokol kesehatan.

Dalam Talkshow BNPB ‘Menghapus Stigma Pasien Covid-19’ baru-baru ini, Psikolog Anak dan Keluarga Mira Amir, mengatakan bicara soal stigma tidak bisa lepas dari informasi yang beredar selama pandemi. Maka masyarakat yang masih melabeli pasien atau penyintas dengan stigma, kata dia, mungkin selama ini bisa saja diakibatkan minimnya informasi. Atau informasinya cukup tetapi yang diterima sudah terdistorsi dan berkembang jadi informasu keliru.

“Stigma muncul karena faktor mereka kurang mendapatkan informasi yang utuh dan benar. Jadi hanya katanya-katanya, kalau ditanyakan dari siapa, dijawab enggak tahu deh pokoknya ada yang bilang gitu. Padahal baiknya mereka dapat informasi dari dokter atau tenaga medis,” katanya.

  • Anies: Risiko Covid-19 di DKI Jakarta Kini Masuk Dalam Kategori Sedang

Menurutnya, akan lebih mudah (menghilangkan stigma) kalau di antara mereka ada yang bisa menyosialisasikan informasi yang benar. Misalnya mereka yang lebih tahu karena pendidikannya lebih baik, lebih bijak, dan punya pengaruh di lingkungan

“Stigma negatif orang lain itu sesuatu yang di luar kontrol kita. Begitu kita positif, lebih baik kita fokus padahal yang bisa kita kontrol, jadi bukan omongan orang atau stigma negatif tersebut. Stigma negatif itu akibat ketidak tahuan atau kurang paham lingkungannya pada kondisi pasien Covid-19,” paparnya.

Maka saran Mira, lebih baik selalu berpikir positif yang membuat tubuh dan pikiran bahagia. Mira memahami bahwa Covid-19 memang belum ada obatnya, tetapi bisa dicegah dengan wajib menerapkan protokol kesehatan dengan 3M yakni Menjaga jarak, Mencuci tangan, dan Memakai masker.

“Meski penyintas Covid-19, tapi masyarakat tidak perlu takut karena meski belum ada obatnya tapi sebenarnya penyakit ini bisa sembuh kalau kita fokus sama kesehatan kita sendiri. Dan dicegah dengan 3M yakni Menjaga jarak, Memakai masker, dan Mencuci tangan. Edukasi ini yang penting,” tutup Mira.