Jaga Sektor Pertanian di Tengah Pandemi Covid-19

Jaga Sektor Pertanian di Tengah Pandemi Covid-19

Terbaiknews - Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyemprotan Pupuk Phonska OCA di Lahan Sawah Seluas 30 Hektar di Kabupaten Lumajang. (Petrokimia for JawaPos.com)

– Upaya untuk memperkuat sektor produksi pertanian dalam negeri di tengah pandemi Covid-19 dilakukan Petrokimia Gresik. Melibatkan 60 petani dari kelompok Tani Gempol Makmur, dilakukan penyemprotan masal pupuk NPK dan organik cair (OCA) Phonska. Penyemprotan dilakukan di lahan budidaya padi seluas 30 hektare di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jumat (24/7).

Penyemprotan yang dihadiri Bupati Lumajang Thoriqul Haq itu dilakukan untuk menggenjot produktivitas tanaman di tengah ancaman krisis pangan. Petrokimia Gresik juga menghadirkan klinik pertanian, yaitu melalui Mobil Uji Tanah untuk konsultasi pemupukan dan anak perusahaan (Petrokimia Kayaku dan Petrosida Gresik) untuk pengendalian hama.

Petrokimia Gresik memang sengaja menghadirkan layanan lengkap. Mulai dari kawalan teknis pemupukan hingga pengendalian hama. ’’Kegiatan itu kami laksanakan secara beruntun di enam kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan sosialisai dan edukasi serupa di berbagai daerah lainnya,” ujar Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih.

Sebelum Lumajang, Petrokimia menggelar acara serupa di Banyuwangi pada Rabu (22/7). Setelah ini, penyemprotan masal pupuk NPK dan organik cair Phonska akan dilakukan di Bondowoso pada Selasa (28/7), Bojonegoro (3/8), Sragen (5/8), dan Banjarnegara (10/8).

Sementara penggunaan pupuk Phonska Oca, lanjut Digna, merupakan upaya Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas tanaman sekaligus perbaikan kondisi tanah.

Hal ini sangat penting mengingat berdasarkan data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat. Artinya, sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah.

Kondisi itu disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang. Kata Digna, itu menyebabkan kandungan bahan organik dalam tanah terdekomposisi dan semakin sedikit.

“Untuk itu melalui kegiatan ini, kami juga ingin meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organic,” ujar Digna.

Phonska Oca merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair, dengan kandungan C-Organik minimal 6 persen, unsur hara makro nitrogen, fosfor, kalium, dan unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman.

“Berdasarkan hasil uji coba di berbagai daerah, Phonska Oca terbukti mampu mendongkrak produktivitas tanaman hortikultura hingga 61 persen,” terang Digna.

Sementara, Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengajak kepada seluruh petani di Indonesia untuk menerapkan pemupukan berimbang. Yaitu, perpaduan pupuk organik dan anorganik sesuai dosis yang dianjurkan. Tujuannya agar produktivitas pertanian dapat meningkat dan kelestarian alam tetap terjaga.

“Kami mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organik dan pemupukan berimbang demi keberlanjutan pertanian,” tandas Rahmad.

Saksikan video menarik berikut ini: