Jadi Gimmick Kampanye, 3,8 Juta Player Sudah Memainkan Among Us

Jadi Gimmick Kampanye, 3,8 Juta Player Sudah Memainkan Among Us

Terbaiknews - NAIK DAUN: Tampilan game Among Us yang menunjukkan salah satu crewmates di sebuah ruangan. (Adi Wijaya/Jawa Pos)

Game Among Us mendadak populer. Apalagi setelah ramai-ramai kampanye medsos menentang omnibus law. Banyak yang menggunakan game ini sebagai gimmick. Sasarannya tentu mengolok-olok DPR dan pemerintah yang dianggap impostor.

Gamelawas ini tiba-tiba populer sejak pandemi Covid-19. Meski belum tentu berhubungan dengan pandemi, game yang sejatinya dirilis pada 2018 itu tiba-tiba banjir peminat. Terhitung, sejak Maret sampai bulan ini, pengguna game tersebut sudah tembus 3,8 juta orang.

Dua tahun lalu, game tersebut hanya di-download oleh 1.000 orang saja. Seiring berjalannya waktu, peminatnya memang bertambah. Namun, peningkatan jumlah penggunanya tidak signifikan. Nah, pada Maret lalu, beberapa pro player e-sport tiba-tiba membuat review tentang game tersebut. Bahkan, JessNoLimit yang notabene pro player Mobile Legends Bang Bang yang versi Moonton, pengembang game tersebut, dinobatkan sebagai player paling populer di dunia, ikut me-review Among Us.

Secara sederhana, game tersebut termasuk game online yang bisa dimainkan bersama banyak orang. Ada dua pilihan menu online yang disediakan. Yakni, mode local dan online. Mode local digunakan untuk bermain bersama teman dalam satu jaringan. Misalnya, sama-sama terkoneksi di wifi yang sama. Berbeda dengan mode online yang cakupannya tanpa batas.

Aturan main game tersebut terlihat sederhana. Namun, ketika dimainkan, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Seperti game Warewolf, Among Us mengharuskan para player menerka-nerka siapa yang menjadi ’’pembunuh” dalam satu kelompok tersebut. Bedanya, Warewolf menebak siapa yang menjadi manusia serigala. ’’Kalau di Among Us, perannya cuma dua. Yakni, jadi crewmates atau impostor. Nah, impostor itulah yang bertugas mengelabui dan menghabisi teman satu kelompok itu tanpa ketahuan,” terang JessNoLimit dalam review-nya.

Namun, lagi-lagi tidak sesederhana itu. Ketika masuk ke dalam permainan, kalian tidak bisa memilih akan jadi impostor atau crewmates. Jika kalian terpilih menjadi crewmates, ada sejumlah tugas yang harus diselesaikan. Salah satunya, memperbaiki sistem dalam pesawat ruang angkasa yang telah disabotase oleh sang impostor.

Crewmates juga harus menyelesaikan semua tugasnya hingga task bar penuh agar bisa menang. Namun, dalam menjalankan atau menyelesaikan tugas, sang crewmates harus berhati-hati supaya tidak sampai terbunuh oleh sang impostor. ’’Ingat, teman atau sahabat kalian bisa jadi pengkhianat, hahaha,” kelakar Areha, salah seorang gamer.

Nah, tugas impostor adalah menghabisi semua crewmates untuk bisa menang. Lagi-lagi, menghabisi crewmates tidak semudah yang dibayangkan. Sebisa mungkin, impostor harus menunggu kesempatan yang tepat untuk menghabisi crewmates. Misalnya, ketika crewmates berada di satu ruangan sendirian.

Baik crewmates maupun impostor bisa menekan tombol emergency untuk mengadakan diskusi. Biasanya, diskusi diadakan ketika ada laporan penemuan mayat crewmates yang terbunuh. Di situlah forum paling seru dalam game tersebut. Setiap pemain bisa menyampaikan argumennya dan menuduh siapa kira-kira yang menjadi impostor. ’’Impostor juga bisa menuduh crewmates sebagai impostor dan menginisiatori voting,” kata Areha.

Jika sang impostor benar-benar tertuduh dan kalah voting, dia bisa dikeluarkan dari pesawat ruang angkasa. Di situlah akhir dari permainan sang impostor. Jadi, cara mengalahkan impostor adalah dengan mengetahui siapa impostor yang sesungguhnya dan melakukan voting untuk mengeluarkannya dari pesawat. ’’Tapi ya ndak mudah. Bisa saling tuduh antarteman. Asal jangan baper, bisa putus pertemanan, hahaha,” kelakarnya.

Siapkan Anti-Cheat untuk Hindari Kecurangan

Pernahnggak kalian dicurangi saat bermain game? Tentu, berhadapan dengan pemain yang menggunakan cheat merupakan hal yang menjengkelkan. Sebab, kemungkinan untuk menang sangat tipis dan nyaris tidak mungkin. Karena itu, Innersloth, pengembang game Among Us, sudah menyiapkan program untuk mengantisipasi adanya cheater dalam permainan.

Dalam rilis resminya, Programmer and Business Lead Innersloth Forest Willard mengatakan, sudah ada sistem baru yang disiapkan untuk mengatasi masalah tersebut. ’’Kami sudah menyiapkan sistem yang bisa membuat server kami bekerja lebih baik dalam mendeteksi dan memblokir para cheater,” ungkapnya.

Sejatinya, hampir semua game pernah disusupi cheater. Tujuannya tentu memenangkan permainan dengan mudah. Adanya cheater dalam sebuah permainan akan membuat permainan menjadi tidak sehat. Sebab, banyak keuntungan yang didapat dan tidak bisa dilakukan oleh pemain lain.

Di game Mobile Legend Bang Bang (MLBB), misalnya. Para cheater menggunakan sistem untuk bisa meretas map dalam permainan. Jadi, pemain yang menggunakan cheat bisa mengetahui di mana musuh yang sedang bersembunyi di dalam semak-semak.

Dalam game Among Us, pemain bisa mengetahui siapa sang impostor. Tentu, tidak butuh waktu lama untuk ’’menghabisi” sang impostor sebelum pemain yang mengambil peran jahat itu menghabisi seluruh crewmates. Kemenangan secara curang pun tak terelakkan dan merugikan pemain lain.

Sebagai salah satu solusinya, pihak pengembang game akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menghadirkan sistem easy anti-cheat (EAC). Sistem tersebut telah digunakan lebih dari 120 game dan diklaim mampu mengatasi para cheater dalam permainan. ’’Semoga ini akan berjalan efektif untuk menciptakan permainan yang sehat,” jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini: