Jabar Biang Kerok Kematian Akibat Covid-19 di RI Meroket

Jabar Biang Kerok Kematian Akibat Covid-19 di RI Meroket

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia- Kasus kematian akibat virus corona (Covid-19) di Jawa Barat bertambah 200...

Jakarta, CNBC Indonesia- Kasus kematian akibat virus corona (Covid-19) di Jawa Barat bertambah 200 orang dalam sehari. Pertambahan ini berkontribusi signifikan terhadap meroketnya kasus kematian di nasional.

Dengan data kasus kematian harian tersebut maka total kematian covid-19 di Jabar menembus 1.838 orang.

Sementara itu, Jabar juga menambah 4.532 pasien baru Covid-19 pada hari ini sehingga totalnya menjadi 139.052 Adapun pasien yang sembuh bertambah 2.290 orang menjadi 109.910 orang.


Secara nasional, kasus kematian akibat virus corona kembali meroket pada hari ini dan menciptakan rekor baru selama 3 hari berturut-turut. Kasus kematian yang tak terkendali tercipta ketika total kasus Covid-19 di Indonesia menembus 1 juta.

Data Kementerian Kesehatan menunjukan bahwa terdapat 476 kasus kematian pada Rabu (27/1/2020) hingga Kamis (28/1/2020) pukul 12.00 WIB. Rekor ini memecahkan rekor yang tercipta sehari sebelumnya yakni 387 kasus kematian. Total kasus kematian akibat Covid-19 di RI menembus 29.331 orang.

Sementara itu, pasien baru Covid-19 bertambah 13.695 orang sehingga totalnya 1.037.993 orang.

Kasus baru tersebut ditemukan pada 54.114 orang yang selesai menjalani tes Covid-19 pada hari ini. Dengan jumlah tersebut maka dari setiap 4 tes Covid-19 ditemukan 1 kasus positif.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah 10.792 orang dalam sehari sehingga totalnya menjadi 842.122 orang.

Dengan data tersebut, maka jumlah kasus aktif atau pasien yang membutuhkan perawatan baik di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri tercatat naik menjadi 166.540 orang dibandingkan dengan sehari sebelumnya 164.113 orang. Ini merupakan rekor untuk kasus aktif.

Sebagai informasi, penyakit mematikan ini telah menyebar ke 510 kabupaten/kota di 34 provinsi. Pemerintah masih memantau 82.676 orang berstatus suspek Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)