Izin Kepolisian Harus Segera Didapat agar Liga Bisa Jalan pada Mei

Izin Kepolisian Harus Segera Didapat agar Liga Bisa Jalan pada Mei

Terbaiknews - Pelatih Persebaya Aji Santoso mempersiapkan papan strategi sebelum sesi latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (4/3). (Angger Bondan/Jawa Pos)

– Mundurnya kongres tahunan PSSI berdampak pada kompetisi baru. Jika kongres dimundurkan pada 29 Mei, otomatis kompetisi baru bakal bergulir sesudahnya.

Tentu ini tidak diinginkan sebagian besar klub. Mereka menuntut mundurnya kongres tidak berpengaruh pada rencana bergulirnya kompetisi musim 2021. Yakni, sekitar Mei atau setelah Idul Fitri.

Salah satu yang lantang bersuara adalah PSMS Medan. Memang betul aspirasi untuk mengadakan kongres tahunan secara langsung berasal dari para voter.

Sehingga PSSI akhirnya memutuskan kongres yang harusnya dilaksanakan pada 27 Februari mundur jadi 29 Mei. ’’Tapi, bukan berarti kongres tahunan bulan Mei, kompetisinya juga ditunda bisa jadi ke Juli. Bukan begitu ya,’’ tegasnya.

Dia menyatakan, kompetisi baru tinggal menunggu surat izin keramaian dari Polri. Artinya, PSSI maupun PT LIB saat ini seharusnya sudah bekerja mengurus hal tersebut. Bukan malah pasrah menunggu hasil kongres tahunan. ’’Kasihan nasib pemain, pelatih, dan wasit. Sehingga diharapkan setelah Lebaran sudah bisa jalan,’’ ujarnya.

Hal senada dikatakan peserta Liga 2 lainnya, PS Hizbul Wathan (PSHW). Presiden PSHW Dhimam Abror menegaskan, sudah cukup mundurnya kongres berdampak pada program Asprov PSSI hingga ke strata bawah.

Cukup molornya kongres turut menunda perkembangan pembinaan usia muda. Jangan sampai hal itu juga berdampak pada kompetisi musim baru. Terutama Liga 1 dan Liga 2 yang di-handle LIB.

PSSI seharusnya tetap meminta LIB segera mengurus perizinan mengenai kompetisi baru ke Polri. ’’Jadwal kompetisi Liga 1 dan Liga 2 juga jadi tidak menentu kalau PSSI masih sibuk mikir kongres,’’ ucapnya.

Abror mengaku heran dengan sikap PSSI yang seolah-olah takut untuk segera mengadakan kongres tahunan. Adanya rumor soal KLB (kongres luar biasa) dari voter seharusnya tidak perlu ditakutkan hingga harus melakukan emergency meeting.

’’Kalau cuma karena munculnya wacana KLB, kenapa PSSI harus takut? Kan itu baru wacana. Jadi, tidak harus ditanggapi dengan panik apalagi ketakutan,’’ jelasnya.

Abror mengingatkan PSSI soal dampak dari penundaan kompetisi baru. Menurut dia, klub akan kian sulit dalam menentukan rencana ke depan untuk berkompetisi.

’’Penundaan ini membuat kami bingung untuk memastikan penyusunan program dan rancangan anggaran belanja. Kami berharap tetap pada rencana semula (Mei),’’ terangnya.

Dari Liga 1, permintaan agar mundurnya kongres tahunan tidak berdampak pada kompetisi diungkapkan Sekretaris Persiraja Banda Aceh Rahmad Djailani. Menurut dia, kompetisi seharusnya tidak bergantung jadwal kongres. ’’Kompetisi jalan saja. Sesuai dengan yang direncanakan,’’ bebernya.

Dia setuju dengan rencana PSSI memundurkan kongres tahunan. Yakni, agar kongres bisa dilakukan secara langsung. ’’Tapi tidak bergantung pada kongres. Kami juga ingin segera ada penjelasan soal subsidi,’’ tegasnya.